LAPORAN
PRAKTIKUM VII
GERAK
PADA TUMBUHAN
Disusun
Oleh:
Okvita
Sugiarti
14
222 128
Dosen
Pembimbing:
Dini
Afriansyah, M.Pd
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS
TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI (UIN)
RADEN
FATAH PALEMBANG
2017
A.
Latar Belakang
Tumbuhan
bereaksi terhadap perubahan lingkungan dengan perwujudan yang tampak antara
lain pada pertumbuhannya. Respon terhadap perubahan lingkungan yang diwujudkan
sebagai pertumbuhan mengakibatkan bagian tertentu lebih cepat tumbuh
dibandingkan yang lainnya. Respon ini dapat menghasilkan gerak yang nyata
walaupun umumnya lebih lambat dari pada gerak nasti. Diantara gerak akibat
tumbuh yang dikenal adalah gerak tropisme. gerak bagian tumbuhan yang dipengaruhi
oleh arah datangnya cahaya disebut fototropisme. Setiap organisme mampu
menerima rangsang yang disebut iritabilitas, dan mampu pula menanggapi rangsang
tersebut. Salah satu bentuk tanggapan yang umum adalah berupa gerak. Gerak
berupa perubahan posisi tubuh atau perpindahan yang meliputi seluruh atau sebagian
dari tubuh. Jika pada hewan rangsang disalurkan melalui saraf, maka pada
tumbuhan rangsang disalurkan melalui benang plasma (plasmodema) yang masuk ke
dalam sel melalui dinding yang disebut noktah (Salisbury dan Ross, 1995).
Rangsangan yang
mempengaruhi terjadinya suatu gerak pada tumbuhan antara lain cahaya, air,
sentuhan, suhu, gravitasi dan zat kimia. Rangsangan tersebut ada yang
menentukan arah gerak tumbuhan dan ada pula yang tidak menentukan arah gerak tumbuhan.
Rangsangan yang menentukan arah gerak akan menyebabkan tumbuhan bergerak menuju
atau menjauhi sumber rangsangan. Iritabilitas pada tumbuhan disebabkan karena
adanya bagian dinding sel yang tidak mengalami penebalan. Pada bagian ini
terdapat suatu celah yang disebut noktah yang menghubungkan sel satu dengan
yang lain. Melalui noktah terjadi hubungan antara sel satu dengan lainnya oleh
penjuluran-penjuluran protoplasma atau benang-benang plasma yang disebut
plasmodesmata (Prawiranata 1991).
B.
Tujuan Praktikum
Adapun tujuan
praktikum gerak pada tumbuhan yaitu
1. Untuk mengetahui arah tumbuh tanaman yang dipengaruhi
oleh cahaya matahari
2. Untuk mengetahui arah tumbuh tanaman yang dipengaruhi
oleh gravitasi (daya tarik bumi)
3. Untuk mengetahui arah tumbuh tanaman yang dipengaruhi air
A.
Pengertian Gerak
Gerak
merupakan salah satu ciri makhluk hidup yang bertujuan untuk melaksanakan
kegiatan hidupnya. Gerak yang terjadi pada tumbuhan berbeda dengan gerak yang
dilakukan oleh hewan dan manusia. Gerak pada tumbuhan bersifat pasif, artinya
tidak memerlukan adanya pindah tempat. Gerak dapat terjadi karena adanya
pengaruh rangsangan (stimulus). Rangsangan yang mempengaruhi terjadinya suatu gerak
pada tumbuhan antara lain cahaya, air,
sentuhan, suhu, gravitasi dan zat kimia. Rangsangan tersebut ada yang
menentukan arah gerak tumbuhan dan ada pula yang tidak menentukan arah gerak
tumbuhan. Rangsangan yang menentukan arah gerak akan menyebabkan tumbuhan
bergerak menuju atau menjauhi sumber rangsangan.
B. Macam-Macam Gerak tumbuhan
1.Gerak Autonom
Gerak autonom
merupakan gerak tumbuhan yang tidak disebabkan oleh rangsangan dari luar.
Diduga gerak yang terjadi disebabkan oleh rangsangan yang berasal dari dalam
tumbuhan itu sendiri. Gerak autonom disebut juga gerak endonom atau gerak
spontan.
Contoh gerak autonom antara lain sebagai berikut :
a) Gerak
protoplasma pada sel-sel daun tanaman lidah buaya dan umbi lapis bawang merah yang masih hidup
b) Gerak melengkung kuncup daun karena perbedaan kecepatan tumbuh
c) Gerak tumbuhan ketika tumbuh, seperti
mengalami masa pertumbuhan terjadi
penambahan masa dan jumlah sel. Pertumbuhan ini menimbulkan gerak.
2. Gerak Esionom
Gerak esionom adalah gerak yang
dipengaruhi oleh rangsang yang berasal dari luar tubuh tumbuhan. Berdasarkan
arah geraknya, gerak esionom dibedakan atas gerak nasti, gerak tropisme, dan
gerak taksis. Salah satu contoh gerak esionom adalah gerak akibat tekanan
turgor. Tekanan turgor adalah tekanan air pada dinding sel. Tekanan turgor
disebabkan oleh masuknya air ke dalam sel sehingga menimbulkan tekanan pada
dinding sel. macam-macam gerak esionom adalah gerak
2. gerak tropisme Tropisme (tropos: balik) adalah gerak bagian tubuh
tumbuhan menuju atau menjauhi rangsang. Tropisme yang menuju sumber rangsang
merupakan gerak positif, sedangkan yang menjauhi rangsang adalah negatif. gerak tropisme terdiri dari fototropisme, kemotropisme, hidrotropisme, geotropisme,dan tigmotropisme.
3. Gerak taksis
Gerak taksis adalah gerak seluruh bagian tubuh
tumbuhan menuju atau menjauhi rangsang. Gerak yang menuju ke arah datangnya
rangsang disebut taksis positif, sedangkan gerak yang menjauhi rangsang disebut
taksis negatif. gerak taksis terdiri dari fototaksis dan kemotaksis.
3. Gerak higroskopis
Gerak higroskopis adalah gerak bagian tubuh
tumbuhan karena pengaruh perubahan kadar air di dalam sel sehingga terjadi
pengerutan yang tidak merata. Gerak higroskopis ini merupakan gerak bagian-bagain tanaman yang tidak hidup lagi. Contoh gerak higroskopis antara
lain merekahnya kulit buah-buahan yang sudah kering pada tumbuhan
polong-polongan, membukanya dinding sporangium (kotak spora) paku-pakuan,
A.
Waktu dan Tempat
Praktikum
Fisiologi Tumbuhan yang berjudul Gerak pada Tumbuhan dilaksanakan pada hari
Selasa, 12 Juni 2017 pukul 13.20-15.00 WIB di Laboratorium Biologi Universitas
Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.
B.
Alat dan Bahan
1. Alat
Adapun alat yang digunakan pada praktikum gerak pada
tumbuhan yaitu wadah aqua, silet, gunting, alumunium foil, kapan
2. Bahan
Adapun
bahan yang diguanakn pada praktikum gerak pada tumbuhan yaitu 10 biji kacang
hijau
C. Cara Kerja
Adapun cara kerja dari
praktikum ini adalah:
Pada Fototropisme
1.
Sediakan aqua cup
pertama, lubangi bagian bawah aqua cup ( sebanyak 5 lubang dengan ukuran 0,5
mm)
2.
Isi aqua cup
sebanyak 4/5 bagian dengan media tanah yang sudah bersih
3.
Rendam benih selama
24 jam
4.
Tanamalah benih
kacang hijau sebanyak 10 buah di atas kapas yang telah di basahi
5.
Tutup dengan
menggunakan alumunium foil dan dilubangi pada bagian atas pinggir botol.
6.
Taruhlah pada
tempat yang terkena cahaya matahari
7.
Amati pertumbuhan
nya selama 1 minggu.
Pada Geotropisme
1. Sediakan aqua cup pertama, lubangi bagian bawah aqua cup
2. Siapkan benih yang sudah di rendam selama 24 jam
3. Taruh benih di atas kapas yang telah di basahi
4. Tutup lah wadah aqua menggunakan alumunium foil sampai
semua nya tertutup. Jangan sampai ada celah atau lubang
5. Taruh di tempat yang terkena cahaya matahari
Pada Hdyrotropisme
1. Sediakan aqua cup, lubangi bagian bawahnya
2. Siapkan benih yang telah di rendam selama 24 jam
3. Taruh benih diatas kapas yang telah di basahi
4. Tutuplah wadah aqua menggunakan alumunium foil
5. Lubangi alumunium foil pada bagian sisi botol
6. Taruh di tempat yang terkena cahaya matahari
A.
Hasil
Adapun hasil
dari praktikum kali ini yaitu
Tabel
1. Gerak Tumbuhan Pada Sampel Kontrol “A”
No
|
Hari
ke
|
Sampel
|
Jenis
gerak
|
Arah
gerak
|
Panjang
tumbuhan
|
Warna
daun
|
Jumlah
daun
|
1
|
1
|
A (kontrol)
|
Tropisme
|
Menuju cahaya matahari
|
-
|
-
|
-
|
2
|
3
|
4 cm
|
Hijau muda
|
7
|
|||
3
|
5
|
10 cm
|
Hijau tua
|
13
|
|||
4
|
7
|
13 cm
|
Mati
|
Mati
|
|||
Tabel
2. Gerak Tumbuhan Pada Sampel B
No
|
Hari
ke
|
Sampel
|
Jenis
gerak
|
Arah
gerak
|
Panjang
tumbuhan
|
Warna
daun
|
Jumlah
daun
|
1
|
1
|
B (tertutup semua dengan
alumunium foil)
|
Geotropisme
|
Menuju gaya gravitasi bumi
|
-
|
-
|
-
|
2
|
3
|
4 cm
|
Hijau muda
|
-
|
|||
3
|
5
|
15 cm
|
Hijau kekuningan
|
2
|
|||
4
|
7
|
18 cm
|
Kuning pucat / (mati)
|
Mati
|
|||
Tabel
3. Gerak tumbuhan pada sampel C
No
|
Hari
ke
|
Sampel
|
Jenis
gerak
|
Arah
gerak
|
Panjang
tumbuhan
|
Warna
daun
|
Jumlah
daun
|
1
|
1
|
C (Lubang di sisi botol dengan
alumunium foil)
|
Hdyrotropisme
|
Menuju rangsangan air
|
-
|
-
|
-
|
2
|
3
|
6 cm
|
Hijau muda
|
-
|
|||
3
|
5
|
12 cm
|
Hijau kekuningan
|
6
|
|||
4
|
7
|
15 cm
|
Kuning pucat / (mati)
|
Mati
|
|||
Tabel
4. Gerak Tumbuhan Pada Sampel D
No
|
Hari
ke
|
Sampel
|
Jenis
gerak
|
Arah
gerak
|
Panjang
tumbuhan
|
Warna
daun
|
Jumlah
daun
|
1
|
1
|
D (lubang pada pinggiran atas botol
dengan alumunium foil)
|
Fototropisme
|
Menuju cahaya matahari
|
-
|
-
|
-
|
2
|
3
|
7 cm
|
Hijau muda
|
2
|
|||
3
|
5
|
17 cm
|
Hijau tua
|
6
|
|||
4
|
7
|
20 cm
|
Hijau kekuningan / (mati)
|
Mati
|
|||
Pembahasan
Praktikum yang
telah dilakukan tentang gerak pada tumbuhan maka diperoleh hasil yaitu pada
percobaan menggunakan biji kacang hijau yang sudah di rendam, dengan
menggunakan 4 sampel yakni sampel A sebagai kontrol, sampel B dengan
menggunakan alumunium foil yang tertutup semua, sampel C dengan menggunakan
alumunium foil yang dilubangi pada sisi botol , sampel D dengan menggunakan
alumunium foil yang di lubangi pada pinggir botol bagian atas. Biji kacang hijau diamati selama 7 hari
dengan menggunakan cahaya matahari, Pada Sampel A sebagai tumbuhan kontrol,
jenis gerak yaitu tropisme yakni gerak rangsangan terhadap cahaya matahari,
warna daun hijau tua dan segar, jumlah daun pada hari ke 3 yaitu 7 dengan
panjang batang 4 cm dan hari ke 5 yaitu 13 daun dengan panjang batang 13 cm.
Pada sampel B tumbuhan kacang hijau melakukan pertumbuahan dengan gerak geotropisme
yakni gerak rangsangan dengan daya tarik bumi. Berbeda dengan sampel A, pada
sampel B warna daun hijau kekuningan karena tidak terkena cahaya matahari
dikarenakan sampel botol tertutup seluruhnya menggunakan alumunium foil. Daun
pada sampel B mengarah ke bawah menjauhi cahaya matahari. Jumlah daun pun lebih
sedikit.
Pada sampel C tumbuhan kacang hijau
melakukan pertumbuhan dengan gerak hdyrotropisme yaitu gerak rangsangan
terhadap air. Sampel C di tutup menggunakan alumunium foil dengan dilubangi
pada sisi botol sehingga arah gerakan tumbuhan mengarah pada lubang sisi botol
dan gerak akar tumbuhan menuju sumber air. Daun berwarna hijau kekuningan berjumlah
6 daun dan panjang batang 15 cm pada hari ke 7.
Pada sampel D tumbuhan kacang hijau
melakukan pertumbuhan dengan gerak fototropisme yaitu gerak terhadap pengaruh
rangsangan cahaya. Sampel di tutupi alumunium foil dengan dilubangi di pinggir
atas botol. Tumbuhan kacang hijau bergerak mendekati cahaya matahari, warna
daun hijau muda pada hari ke 3 dan hijau tua pada hari ke 5. Jumlah daun yaitu
6 daun dengan panjang batang 20 cm.
Pada percobaan biji kacang hijau
diatas, kita dapa melihat bahwa pertumbuhan perkecambahan tersebut sangat
cepat. Hal ini dikarenakan oleh berbagai faktor yang mempengaruhi. Seperti
jumlah intensitas cahaya, dimana lubang diatas lebih banyak seiring dengan arah tumbuh kotiledon.
Faktor cahaya ini berpengaruh terhadap biji kacang hijau yaitu arah tumbuh
batang beserta daun menuju arah yang normal yaitu menuju atas, selain itu
tumbuhan yang tumbuh dari biji tumbuh dengan subur. Selain faktor cahaya, ada
juga faktor ketersediaan air dalam specimen yard sehingga berpengaruh dengan
arah tumbuh akar yang menuju kearah air. Ada juga faktor kelembabpan yang
berpengaruh pada pengaktifan enzim-enzim pertumbuhan.
A.
Kesimpulan
Kesimpulan dari
praktikum ini adalah macam-macam gerak pada tumbuhan yang diamati saat
praktikum adalah gerak fototropisme yaitu gerak rangsangan yang arah tumbuh
tanaman nya di pengaruhi oleh cahaya matahri, sehingga batang dan daun mengarah
ke datang nya cahaya matahri. Gerak geotropisme adalah gerak rangsangan dengan
daya tarik bumi ( gravitasi) gerak geotropisme yang diamati adalah gerak
geotropisme positif karena akar yang tumbuh menuju daya gravitasi bumi. Gerak
hdyrotropisme adalah gerak yang rangsangan nya terhadap air. Gerak hdyrotropisme
yang diamati yaitu akar yang tumbuh mengarah atau menuju ke rangsangan air.
Makasih ya kak.. postingannya membantu aku sekali😊
BalasHapus