Rabu, 12 Juli 2017

soal Keterampilan Proses Sains Materi Sistem Pernapasan kelas XI SMA



SOAL KETERAMPILAN PROSES SAINS MATERI SISTEM PERNAPASAN KELAS XI SMA

Kompetensi dasar : 3.8 Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem respirasi dan mengaitkannya dengan bioprosesnya sehingga dapat menjelaskan proses pernapasan serta gangguan fungsi yang mungkin terjadi pada sistem respirasi manusia melalui studi literatur, pengamatan, percobaan, dan simulasi.

Aspek KPS : Mengamati (observasi), menafsirkan pengamatan (interpretasi), berhipotesis, merencanakan percobaan, berkomunikasi
Bentuk soal : esay

1. Aspek KPS : Mengamati (observasi)
     Indikator KPS : 1. menggunakan sebanyak mungkin alat indera
                               2.  menggunakan fakta yang ada
    Soal                 : 1. Perhatikan gambar berikut.
                
   Dari Hasil pengamatan dari gambar di atas, informasi yang ditemukan adalah
  Jawab  : Dari gambar di atas merupakan struktur alat-alat pernapasan pada manusia yaitu terdapat rongga hidung, rongga mulut, laring, faring, trakea, bronkus, bronkiolus dan paru-paru.
2. Aspek KPS    : Merencanakan percobaan  
    Indikator KPS : Menentukan alat, bahan dan sumber yang akan di pakai untuk digunakan dalam penelitian
    Soal:                Jika seorang peserta didik ingin menguji kapasitas volume  paru-paru alat dan bahan yang diperlukan adalah
Jawab:          Alat yang digunakan adalah Spirometer, timbangan badan dengan ketelitian 0,1 Kg untuk mengukur berat badan , meteran gulung. Penutup hidung
    Bahan           : Kertas, Mounpase

3. Aspek KPS      : Merencanakan percobaan
    Indikator KPS : Menentukan langkah-langkah kerja yang akan dilakukan
    Soal                : Jika peserta didik akan melakukan percobaan menguji kapasitas volume paru-paru maka langkah kerja yang di lakukan adalah
    Jawab              : 1. Mengecek dan merangkai kelengkapan alat
2. Memasang tansduser atau saringan lalu hidupkan alat spirometer dan ketik jenis kelamin, umur, tinggi badan dan berat badan
 3. Hidung ditutup dengan penutup hidung (penjepit) supaya  udara tidak melewati hidung dan memastikan tidak bocor.
 4. Sebelum dimulai pengukuran, latihan bernafas terlebih dahulu, bernafas melalui mulut sebanyak 3-4 kali, kemudian menarik nafas sampai penuh dan menghembuskan sekuat tenaga, mengulang sebanyak 3 kali.
5. Menghidupkan FVC lalu bernafas penuh langsung menghembuskan sebanyak 3 kali. Lalu tekan stop
6.   Muncul gambar grafik, lalu print hasil nya


4 Aspek KPS     : Merencanakan percobaan
  Indikator KPS : Menentukan alat, bahan dan sumber yang akan di pakai untuk digunakan dalam penelitian
Soal:                          Seekor serangga membutuhkan oksigen untuk bernapas, jika kalian ingin menguji berapa banyak nya oksigen yang dibutuhkan serangga maka alat dan bahan yang dibutuhkan untuk melakukan percobaan tersebut adalah
Jawab :                      Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah respirometer sederhana dengan skala 0,01, stopwatch, pipet, kapas, plastisin
                                  Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah eosin, jangkring, kristal KOH atau NaOH

5. Aspek KPS:            Merencanakan Percobaan
    Indikator KPS:        Menentukan apa yang akan dilaksanakan berupa langkah   kerja
    Soal:                      Seekor serangga membutuhkan oksigen untuk bernapas, jika kalian ingin menguji berapa banyak nya oksigen yang dibutuhkan serangga maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah
Jawab:        1. Bungkus kristal KOH atau NaOH dengan kapas, kemudian  masukkan ke dalam tabung respirometer
                        2. Kemudian masukkan jangkring yang sudah ditimbang ke  dalam tabung respirometer
3. Tutup tabung respirometer kemudian sambungan penutupnya  diberi plastisin agar tidak ada udara yang masuk dan keluar
4. Tetesi eosin pada ujung pipa respirometer dengan   menggunakan pipet tetes secukupnya.
5. Ukur pergerakan eosin dengan menggunakan stopwatch  secara berkala (2 menit, 4 menit, 6 menit, 8 menit, 10 menit).

6. Aspek KPS:     Berkomunikasi
Indikator KPS: Berdiskusi membaca tabel
    Soal:                 Perhatikan tabel di bawah ini
                             Tabel hasil percobaan jumlah oksigen yang dibutuhkan jangkrik 
Dari tabel hasil percobaan diatas, penjelasan yang di peroleh adalah
Jawab:             Jangkring membutuhkan oksigen dalam waktu 2 menit sebanyak 0,2 selama 4 menit 0,4 selama 6 menit 0,58 selama 8 menit 0,74 selama 10 menit o,84

7. Aspek KPS:     Menafsirkan Pengamatan
Indikator KPS: Menghubungkan hasil-hasil pengamatan
Soal:                 Perhatikan gambar dibawah ini
               
                        Dari gambar diatas terdapat KOH yang terbungkus kapas dan eosin yang ditambahkan ke dalam alat respirometer yang di dalamnya terdapat seekor serangga. Fungsi eosin dan KOH tersebut adalah
Jawab:             Eosin berfungsi Sebagai indikator oksigen yang dihirup oleh organisme percobaan (jangkrik) pada respirometer. Saat jangkrik menghirup oksigen maka terjadi penurunan tekanan gas dalam respirometer sehingga eosin bergerak masuk ke arah respirometer.
                        KOH berfungsi sebagai sebagai pengikat CO2 agar tekanan dalam respirometer menurun. Jika tidak diikat maka tekanan parsial gas dalam respirometer akan tetap dan eosin tidak bisa bergerak. Akibatnya volume oksigen yang dihirup serangga tidak bisa diukur. Kristal KOH/NaOH dapat mengikat CO2 karena bersifat higroskopis.

8. Aspek KPS:     : Menafsirkan Pengamatan
    Indikator KPS : Menghubungkan hasil-hasil pengamatan
Soal            :  Pada percobaan menghitung oksigen yang diperlukan serangga faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi respirasi pada serangga?
Jawab       :1. Berat tubuh, Semakin berat tubuh suatu organisme, maka semakin banyak oksigen yang dibutuhkan dan semakin cepat proses respirasinya.
2. Ukuran tubuh, Makin besar ukuran tubuh maka keperluan oksigen makin banyak.
3. Kadar O2, Bila kadar oksigen rendah maka frekuensi respirasi akan meningkat sebagai kompensasi untuk meningkatkan pengambilan oksigen
4.Aktivitas,Makhluk hidup yang melakukan aktivitas memerlukan energi. Jadi semakin tinggi aktivitasnya, maka semakin banyak kebutuhan energinya, sehingga pernafasannya semakin cepat.

9. Aspek KPS:            Berhipotesis
 Indikator KPS:        Mengetahui bahwa ada lebih dari satu kemungkinan penjelasan dari suatu kejadian
Soal:                         Perhatikan gambar dibawah ini
             
                                            Di lingkungan sekitar banyak di temukan stiker bertulisan dilarang merokok di depan umum, ataupun juga asap rokok membunuh orang di sekitarmu. Menurut anda pengaruh dan penyakit apa saja yang ditimbulkan oleh seseorang yang kecanduan menghisap rokok dan asap yang ditimbulkan bagi kesehatan pernapasan?
Jawab:                                Penyakit yang ditimbulkan oleh seseorang yang menghisap rokok serta asap rokok yang ditimbulkan adalah penyakit jantung koroner, trombosit koroner, kanker, bronkitis. Bahaya asap rokok yang di sebarkan oleh perokok yaitu asap rokok terbagi menjadi dua yaitu asap rokok utama dan asap rokok samping. Perokok pasif yang berada di dekat perokok dua kali lebih mudah terkena kanker paru-paru dibandingkan mereka yang tinggal di daearah yang bebas asap rokok.


10. Aspek KPS:        Berhipotesis
 Indikator KPS:   Mengetahui bahwa ada lebih dari satu kemungkinan penjelasan dari suatu kejadian
Soal:                   Saat seseorang menghirup udara bebas pada pagi hari, orang tersebut menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nya secara perlahan. Apa pengaruh nya jika orang tersebut selalu menghirup udara segar setiap pagi hari.

Jawab:               saat seseorang bernapas , maka terjadi kontraksi menaiknya diafragma untuk mengambil oksigen yang ada di lingkungan sekitar. Jika udara yang dihirup merupakan banyak oksigen yang bersih maka orang tersebut akan selalu merasa rileks dan segar. Di karena kan menghidup udara bebas yang mengandung banyak oksigen tanpa polusi udara.

Kamis, 06 Juli 2017

laporan fisiologi tumbuhan gerak pada tumbuhan

LAPORAN PRAKTIKUM VII
GERAK PADA TUMBUHAN


Disusun Oleh:
Okvita Sugiarti
14 222 128


Dosen Pembimbing:
Dini Afriansyah, M.Pd






PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
RADEN FATAH PALEMBANG
2017


A. Latar Belakang
Tumbuhan bereaksi terhadap perubahan lingkungan dengan perwujudan yang tampak antara lain pada pertumbuhannya. Respon terhadap perubahan lingkungan yang diwujudkan sebagai pertumbuhan mengakibatkan bagian tertentu lebih cepat tumbuh dibandingkan yang lainnya. Respon ini dapat menghasilkan gerak yang nyata walaupun umumnya lebih lambat dari pada gerak nasti. Diantara gerak akibat tumbuh yang dikenal adalah gerak tropisme. gerak bagian tumbuhan yang dipengaruhi oleh arah datangnya cahaya disebut fototropisme. Setiap organisme mampu menerima rangsang yang disebut iritabilitas, dan mampu pula menanggapi rangsang tersebut. Salah satu bentuk tanggapan yang umum adalah berupa gerak. Gerak berupa perubahan posisi tubuh atau perpindahan yang meliputi seluruh atau sebagian dari tubuh. Jika pada hewan rangsang disalurkan melalui saraf, maka pada tumbuhan rangsang disalurkan melalui benang plasma (plasmodema) yang masuk ke dalam sel melalui dinding yang disebut noktah (Salisbury dan Ross, 1995).
Rangsangan yang mempengaruhi terjadinya suatu gerak pada tumbuhan antara lain cahaya, air, sentuhan, suhu, gravitasi dan zat kimia. Rangsangan tersebut ada yang menentukan arah gerak tumbuhan dan ada pula yang tidak menentukan arah gerak tumbuhan. Rangsangan yang menentukan arah gerak akan menyebabkan tumbuhan bergerak menuju atau menjauhi sumber rangsangan. Iritabilitas pada tumbuhan disebabkan karena adanya bagian dinding sel yang tidak mengalami penebalan. Pada bagian ini terdapat suatu celah yang disebut noktah yang menghubungkan sel satu dengan yang lain. Melalui noktah terjadi hubungan antara sel satu dengan lainnya oleh penjuluran-penjuluran protoplasma atau benang-benang plasma yang disebut plasmodesmata (Prawiranata 1991).

B. Tujuan Praktikum
            Adapun tujuan praktikum gerak pada tumbuhan yaitu
1.      Untuk mengetahui arah tumbuh tanaman yang dipengaruhi oleh cahaya matahari
2.      Untuk mengetahui arah tumbuh tanaman yang dipengaruhi oleh gravitasi (daya tarik bumi)
3.      Untuk mengetahui arah tumbuh tanaman yang dipengaruhi air

A.  Pengertian Gerak
         Gerak merupakan salah satu ciri makhluk hidup yang bertujuan untuk melaksanakan kegiatan hidupnya. Gerak yang terjadi pada tumbuhan berbeda dengan gerak yang dilakukan oleh hewan dan manusia. Gerak pada tumbuhan bersifat pasif, artinya tidak memerlukan adanya pindah tempat. Gerak dapat terjadi karena adanya pengaruh rangsangan (stimulus). Rangsangan yang mempengaruhi terjadinya suatu gerak pada tumbuhan antara lain  cahaya, air, sentuhan, suhu, gravitasi dan zat kimia. Rangsangan tersebut ada yang menentukan arah gerak tumbuhan dan ada pula yang tidak menentukan arah gerak tumbuhan. Rangsangan yang menentukan arah gerak akan menyebabkan tumbuhan bergerak menuju atau menjauhi sumber rangsangan.
     B. Macam-Macam Gerak tumbuhan 
          1.Gerak Autonom
Gerak autonom merupakan gerak tumbuhan yang tidak disebabkan oleh rangsangan dari luar. Diduga gerak yang terjadi disebabkan oleh rangsangan yang berasal dari dalam tumbuhan itu sendiri. Gerak autonom disebut juga gerak endonom atau gerak spontan.
          Contoh gerak autonom antara lain sebagai berikut :
a) Gerak protoplasma pada sel-sel daun tanaman lidah buaya dan umbi lapis    bawang merah yang masih hidup
b) Gerak melengkung kuncup daun karena perbedaan kecepatan tumbuh
             c) Gerak tumbuhan ketika tumbuh, seperti mengalami masa pertumbuhan  terjadi penambahan masa dan             jumlah sel. Pertumbuhan ini menimbulkan gerak. 
         2. Gerak Esionom
        Gerak esionom adalah gerak yang dipengaruhi oleh rangsang yang berasal dari luar tubuh tumbuhan. Berdasarkan arah geraknya, gerak esionom dibedakan atas gerak nasti, gerak tropisme, dan gerak taksis. Salah satu contoh gerak esionom adalah gerak akibat tekanan turgor. Tekanan turgor adalah tekanan air pada dinding sel. Tekanan turgor disebabkan oleh masuknya air ke dalam sel sehingga menimbulkan tekanan pada dinding sel. macam-macam gerak esionom adalah gerak 
1. Gerak Nasti
               Gerak nasti adalah gerak bagian tubuh tumbuhan yang arahnya tidak ditentukan atau ditujukan ke                  atau dari sumber rangsang. terdiri dari gerak termonasti, fotonasti, seismonasti, niktinasti, nisti                        kompleks
           2. gerak tropisme Tropisme (tropos: balik) adalah gerak bagian tubuh tumbuhan menuju atau                            menjauhi rangsang. Tropisme yang menuju sumber rangsang merupakan gerak positif, sedangkan                  yang menjauhi rangsang adalah negatif. gerak tropisme terdiri dari fototropisme, kemotropisme,                    hidrotropisme, geotropisme,dan tigmotropisme.
          3. Gerak taksis 

               Gerak taksis adalah gerak seluruh bagian tubuh tumbuhan menuju atau menjauhi rangsang. Gerak                  yang menuju ke arah datangnya rangsang disebut taksis positif, sedangkan gerak yang menjauhi                    rangsang disebut taksis negatif. gerak taksis terdiri dari fototaksis dan kemotaksis.
       
    3Gerak higroskopis 
         Gerak higroskopis adalah gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh perubahan kadar air di                  dalam sel sehingga terjadi pengerutan yang tidak merata. Gerak higroskopis ini merupakan gerak                  bagian-bagain tanaman yang tidak hidup lagi. Contoh gerak higroskopis antara lain merekahnya kulit              buah-buahan yang sudah kering pada tumbuhan polong-polongan, membukanya dinding sporangium              (kotak spora) paku-pakuan, 


A. Waktu dan Tempat
            Praktikum Fisiologi Tumbuhan yang berjudul Gerak pada Tumbuhan dilaksanakan pada hari Selasa, 12 Juni 2017 pukul 13.20-15.00 WIB di Laboratorium Biologi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.
B. Alat dan Bahan
     1. Alat
                  Adapun alat yang digunakan pada praktikum gerak pada tumbuhan yaitu wadah aqua, silet, gunting, alumunium foil, kapan
2. Bahan
           Adapun bahan yang diguanakn pada praktikum gerak pada tumbuhan yaitu 10 biji kacang hijau
C. Cara Kerja
                   Adapun cara kerja dari praktikum ini adalah:
           Pada Fototropisme
1.         Sediakan aqua cup pertama, lubangi bagian bawah aqua cup ( sebanyak 5 lubang dengan ukuran 0,5 mm)
2.         Isi aqua cup sebanyak 4/5 bagian dengan media tanah yang sudah bersih
3.         Rendam benih selama 24 jam
4.         Tanamalah benih kacang hijau sebanyak 10 buah di atas kapas yang telah di basahi
5.         Tutup dengan menggunakan alumunium foil dan dilubangi pada bagian atas pinggir botol.
6.         Taruhlah pada tempat yang terkena cahaya matahari
7.         Amati pertumbuhan nya selama 1 minggu.

 Pada Geotropisme
1.    Sediakan aqua cup pertama, lubangi bagian bawah aqua cup
2.    Siapkan benih yang sudah di rendam selama 24 jam
3.    Taruh benih di atas kapas yang telah di basahi
4.    Tutup lah wadah aqua menggunakan alumunium foil sampai semua nya tertutup. Jangan sampai ada celah atau lubang
5.    Taruh di tempat yang terkena cahaya matahari

Pada Hdyrotropisme
1.    Sediakan aqua cup, lubangi bagian bawahnya
2.    Siapkan benih yang telah di rendam selama 24 jam
3.    Taruh benih diatas kapas yang telah di basahi
4.    Tutuplah wadah aqua menggunakan alumunium foil
5.    Lubangi alumunium foil pada bagian sisi botol
6.    Taruh di tempat yang terkena cahaya matahari

A. Hasil
            Adapun hasil dari praktikum kali ini yaitu
     Tabel 1. Gerak Tumbuhan Pada Sampel Kontrol “A”
No
Hari ke
Sampel
Jenis gerak
Arah gerak
Panjang tumbuhan
Warna daun
Jumlah daun
1
1
A (kontrol)
Tropisme
Menuju cahaya matahari
-
-
-
2
3
4 cm
Hijau muda
7
3
5
10 cm
Hijau tua
13
4
7
13 cm
Mati
Mati

 
Tabel 2. Gerak Tumbuhan Pada Sampel B
No
Hari ke
Sampel
Jenis gerak
Arah gerak
Panjang tumbuhan
Warna daun
Jumlah daun
1
1
B (tertutup semua dengan alumunium foil)
Geotropisme
Menuju gaya gravitasi bumi
-
-
-
2
3
4 cm
Hijau muda
-
3
5
15 cm
Hijau kekuningan
2
4
7
18 cm
Kuning pucat / (mati)
Mati



Tabel 3. Gerak tumbuhan pada sampel C
No
Hari ke
Sampel
Jenis gerak
Arah gerak
Panjang tumbuhan
Warna daun
Jumlah daun
1
1
C (Lubang di sisi botol dengan alumunium foil)
Hdyrotropisme
Menuju rangsangan air
-
-
-
2
3
6 cm
Hijau muda
-
3
5
12 cm
Hijau kekuningan
6
4
7
15 cm
Kuning pucat / (mati)
Mati


Tabel 4. Gerak Tumbuhan Pada Sampel D
No
Hari ke
Sampel
Jenis gerak
Arah gerak
Panjang tumbuhan
Warna daun
Jumlah daun
1
1
D (lubang pada pinggiran atas botol dengan alumunium foil)
Fototropisme
Menuju cahaya matahari
-
-
-
2
3
7 cm
Hijau muda
2
3
5
17 cm
Hijau tua
6
4
7
20 cm
Hijau kekuningan / (mati)
Mati


Pembahasan 

      Praktikum yang telah dilakukan tentang gerak pada tumbuhan maka diperoleh hasil yaitu pada percobaan menggunakan biji kacang hijau yang sudah di rendam, dengan menggunakan 4 sampel yakni sampel A sebagai kontrol, sampel B dengan menggunakan alumunium foil yang tertutup semua, sampel C dengan menggunakan alumunium foil yang dilubangi pada sisi botol , sampel D dengan menggunakan alumunium foil yang di lubangi pada pinggir botol bagian atas.       Biji kacang hijau diamati selama 7 hari dengan menggunakan cahaya matahari, Pada Sampel A sebagai tumbuhan kontrol, jenis gerak yaitu tropisme yakni gerak rangsangan terhadap cahaya matahari, warna daun hijau tua dan segar, jumlah daun pada hari ke 3 yaitu 7 dengan panjang batang 4 cm dan hari ke 5 yaitu 13 daun dengan panjang batang 13 cm. Pada sampel B tumbuhan kacang hijau melakukan pertumbuahan dengan gerak geotropisme yakni gerak rangsangan dengan daya tarik bumi. Berbeda dengan sampel A, pada sampel B warna daun hijau kekuningan karena tidak terkena cahaya matahari dikarenakan sampel botol tertutup seluruhnya menggunakan alumunium foil. Daun pada sampel B mengarah ke bawah menjauhi cahaya matahari. Jumlah daun pun lebih sedikit.
            Pada sampel C tumbuhan kacang hijau melakukan pertumbuhan dengan gerak hdyrotropisme yaitu gerak rangsangan terhadap air. Sampel C di tutup menggunakan alumunium foil dengan dilubangi pada sisi botol sehingga arah gerakan tumbuhan mengarah pada lubang sisi botol dan gerak akar tumbuhan menuju sumber air. Daun berwarna hijau kekuningan berjumlah 6 daun dan panjang batang 15 cm pada hari ke 7.
            Pada sampel D tumbuhan kacang hijau melakukan pertumbuhan dengan gerak fototropisme yaitu gerak terhadap pengaruh rangsangan cahaya. Sampel di tutupi alumunium foil dengan dilubangi di pinggir atas botol. Tumbuhan kacang hijau bergerak mendekati cahaya matahari, warna daun hijau muda pada hari ke 3 dan hijau tua pada hari ke 5. Jumlah daun yaitu 6 daun dengan panjang batang 20 cm.
            Pada percobaan biji kacang hijau diatas, kita dapa melihat bahwa pertumbuhan perkecambahan tersebut sangat cepat. Hal ini dikarenakan oleh berbagai faktor yang mempengaruhi. Seperti jumlah intensitas cahaya, dimana lubang diatas lebih  banyak seiring dengan arah tumbuh kotiledon. Faktor cahaya ini berpengaruh terhadap biji kacang hijau yaitu arah tumbuh batang beserta daun menuju arah yang normal yaitu menuju atas, selain itu tumbuhan yang tumbuh dari biji tumbuh dengan subur. Selain faktor cahaya, ada juga faktor ketersediaan air dalam specimen yard sehingga berpengaruh dengan arah tumbuh akar yang menuju kearah air. Ada juga faktor kelembabpan yang berpengaruh pada pengaktifan enzim-enzim pertumbuhan.

   A. Kesimpulan
     Kesimpulan dari praktikum ini adalah macam-macam gerak pada tumbuhan yang diamati saat praktikum adalah gerak fototropisme yaitu gerak rangsangan yang arah tumbuh tanaman nya di pengaruhi oleh cahaya matahri, sehingga batang dan daun mengarah ke datang nya cahaya matahri. Gerak geotropisme adalah gerak rangsangan dengan daya tarik bumi ( gravitasi) gerak geotropisme yang diamati adalah gerak geotropisme positif karena akar yang tumbuh menuju daya gravitasi bumi. Gerak hdyrotropisme adalah gerak yang rangsangan nya terhadap air. Gerak hdyrotropisme yang diamati yaitu akar yang tumbuh mengarah atau menuju ke rangsangan air.

PEMANFAATAN ECENG GONDOK (Eichornia crassipes ) MENJADI PUPUK KOMPOS UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT DENGAN STRATEGI PEMASARAN ONLI...