Rabu, 25 April 2018

PEMANFAATAN ECENG GONDOK (Eichornia crassipes) MENJADI PUPUK KOMPOS UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT DENGAN STRATEGI PEMASARAN ONLINE DI KELURAHAN KARANG ANYAR KECAMATAN GANDUS KOTA PALEMBANG
            Okvita Sugiarti*
*Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang
Abstrak
Penelitian ini ditujukan untuk menjelaskan peranan penting KKN Bagi mahasiswa Biologi dalam dunia modern dan tradisional terhadap pengembangan IPTEK Sederhana dengan judul  pemanfaatan eceng gondok (Eichornia crassipes) menjadi pupuk kompos untuk mengurangi pencemaran air dan meningkatkan ekonomi masyarakat kelurahan karang anyar kecamatan gandus kota Palembang. Pembuatan pupuk Kompos di keluarahan Karang Anyar ini melalui beberapa tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan yaitu sosialisasi, pelatihan. Hasil Penelitian ini adalah pupuk kompos yang dihasilkan dari timbunan eceng gondok di fermentasikan selama 2 minggu yang di tutup dengan plastik untuk proses pelapukan. Setelah masa fermentasi lalu pupuk di cek kembali. Dan pupuk yang telah terbuat di diamkan kembali selama 1 minggu untuk menghilangkan aroma dan gas yang timbul akibat fermentasi. Dan juga harus diperhatikan suhu, kelembaban , intensitas cahaya, ukuran bahan dan komposisi media dan waktu pembuatan. Berdasarkan penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa dengan pelatihan pemanfaatan eceng gondok sebagai pembuatan pupuk kompos dapat meningkatkan kesadaran kepedulian akan kebersihan lingkungan, menegtahui pemanfaatan  sumber daya alam yang ada, meningkatkan perekonimoan masyarakat secara optimal dan meningkatkan pengetahuan di dalam pemanfaatan tanaman eceng gondok. Pupuk kompos yang telah dibuat akan di pasarkan dan dijual secara online sehingga peminat pembeli meningkat dan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi warga di Keluarahan Karang Anyar Kecamatan Gandus Kota Palembang.

PENDAHULUAN




Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah bagian dari sistem pendidikan tinggi yang menempatkan mahasiswa di luar kampus agar mahasiswa hidup ditengah-tengah masyarakat bersama masyarakat untuk membantu dan mendampingimasyarakatmemanfaatkan potensi sumber daya alam (SDA) lokal dan sumber daya manusia (SDM)  yang ada untuk membantu mengatasi permasalahan masyarakat dalam kurun waktu tertentu. Mengingat potensi dan permasalahan di masyarakat sangat kompleks dan berubuah sangat cepat, maka perlu dilakukan KKN yang berbasis membantu masyarakat dengan arahan fungsi keluarga sebagai bagian terkecil dari masyarakat.
Pengabdian pada masyarakat merupakan salah satu komponen kegiatan akademik yang merupakan kegiatan yang diadakan oleh perguruan tinggi, pengabdian kepada masyarakat juga diharapkan mampu menciptakan adanya interelasi antar perguruan tinggi dan masyarakat, untuk mengantisipasi terjadinya isolasi perguruan tinggi dari masyarakat sekitarnya. Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus Kota Palembang terletak di sebelah Utara Bukit Lama, sebelah Selatan Sungai Musi, sebelah Barat Karang Jaya dan sebelah Timur 36 Ilir. Kondisi desa yang merupakan tepian anak sungai musi sehingga banyak penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan dan beternak ikan. Luas Pemukiman kelurahan Karang Anyar berkisar 17Ha/m2, luas persawahan 5 Ha/m2, luas taman 9,5 Ha/m2.
Jika menyelusuri sepanjang aliran sungai kusi tampak tanaman Eceng Gondok memenuhi permukiman air. Bahkan, sebagian menumpuk dipinggiran rumah panggung dan lahan ternak ikan di Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Gandus Kota Palembang. Keberadaan eceng gondok yang sangat melimpah ini merugikan perikanan setempat karena menurunkan jumlah cahaya yang masuk kedalam perairan sehingga menyebabkan menurunnya tingkat kelarutan oksigen dalam air akibatnya banyak ikan yang mati.
Eceng  gondok (Eichornia crassipes) dikenal sebagai salah satu gulma yang memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi sehingga dapat merusak lingkungan perairan antara lain meningkatkan evapotranspirasi (penguapan dan hilangnya air melalui daun-daun tanaman), menurunkan jumlah cahaya yang masuk kedalam perairan sehingga menyebabkan menurunnya tingkat kelarutan oksigen dalam air, mempercepat terjadinya proses pendangkalan, menganggu lalu lintas air, meningkatkan habitat bagi vektor penyakit pada manusia serta menurunkan nilai estetika lingkungan perairan (Kusrinah, 2016).
Kompos merupakan salah satu pupuk organik yang digunakan untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Penggunaan kompos dapat memperbaiki sifat fisik tanah dan mikrobiologi tanah (Syam, 2003).  
Kompos memiliki kandungan unsur hara seperti nitrogen dan fosfat dalam bentuk senyawa kompleks argon, protein, dan humat yang sulit diserap tanaman. Berbagai upaya untuk meningkatkan status hara dalam kompos telah banyak dilakukan, seperti penambahan bahan alami tepung tulang, tepung darah kering, kulit batang pisang dan biofertilizer (Setyotini et al., 2006).
 Penelitian menunjukkan bahwa Eceng gondok dapat dijadikan sebagai sumber bahan organik alternatif. Hasil penelitian yang dilakukan di India  menunjukkan  bahwa  eceng  gondok  yang  masih  segar  mengandung 95,5% air, 3,5% bahan organik, 0,04% nitrogen, 1% abu, 0,06% fosfor sebagai P2O5  dan 0,20% kalium sebagai K2). Lebih lanjut dikemukakan pula bahwa percobaan analisis kimia tumbuhan eceng gondok atas dasar bahan kering menghasilkan 75,8% bahan organik, 1,5% nitrogen, dan 24,2% abu. Analisis terhadap abu yang dilakukan menunjukkan 7,0%  fosfor sebagai P2O5, 28,7% kalium sebagai K2O, 1,8% natrium sebagai Na2O, 12,8% kalsium sebagai CaO dan 21,0% khlorida CCL5 (Kusrinah, 2016).
Dengan kandungan bahan organik dan unsur hara yang tinggi tersebut eceng gondok dapat dijadikan sebagai alternatif sumber pupuk kompos. Pupuk kompos merupakan salah satu pupuk organik yang praktis dan sangat mudah pembuatannya. Kelebihan pupuk kompos dari pada pupuk yang lain adalah mampu menyediakan hara secara cepat dan ramah terhadap lingkungan karena tidak merusak tanah walaupun digunakan sesering mungkin (Kusrinah, 2016).
Pengabdian masyarakat yang telah ditempuh ini menitikberatkan pada bagaimana teknologi yang mudah, murah dan tepat guna dapat digunakan oleh masyarakat Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Gandus untuk mengolah eceng gondok menjadi produk yang mempunyai daya guna yang lebih tinggi. Produk yang disasar pada pengabdian ini adalah dengan menjadikan eceng gondok sebagai pupuk kompos sehingga mendukung kebutuhan pupuk nasional dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Gandus Kota Palembang.
Dunia pertanian saat ini sedang gencarnya melaksanakan program go green yang mana semua produk pangan bersifat organik. Melihat peluang tersebut banyak kalangan (pengusaha, produsen, pedagang) yang cepat beralih ke produk organik dengan memanfaatkan berbagai limbah untuk pembuatan pupuk organik.
Proses pengolahan limbah hasil ternak dapat dikemas menjadi pupuk organik padat (bio kultur) dan urin (bio urin) yang memiliki keunggulan ganda, selain bermanfaat bagi tumbuhan juga dapat memperbaiki unsur hara pada tanah yang tidak dimiliki oleh pupuk kimia, sehingga kesuburan tanah bisa dijaga. Melihat kondisi yang ada pada saat ini dimana melambungnya harga pupuk anorganik atau pupuk kimia pabrikan, maka limbah kandang merupakan salah satu peluang usaha tambahan yang memiliki nilai jual (Praniti, 2016).
Manajemen pemasaran merupakan proses kegiatan aktivitas menyalurkan produk dari produsen ke konsumen. Pemasaran merupakan ujung tombak kegiatan ekonomi dalam agribisnis peternakan. Peternak atau pengusaha yang menghasilkan produk peternakan pasti menginginkan produknya sampai dan diterima oleh konsumen yang harus melalui beberapa kegiatan pemasaran (Rahadi dan Hartono, 2003).
E-Marketing Mix menurut Strauss dan Frost terdapat empat aspek, yaitu (Strauss & Frost, 2012):
1. Produk: Manfaat yang dapat          memenuhi kebutuhan sebuah organisasi atau konsumen dan bagi mereka yang bersedia untuk menukarkan uang atau barang-barang lainnya sesuai dengan nilai yang dimiliki oleh suatu produk
 2. Harga: Secara luas price adalah jumlah dari seluruh nilai (seperti uang, waktu, energi, dan biaya psikis) yang ditukarkan oleh pembeli untuk memiliki manfaat atas produk atau jasa yang dibutuhkan atau diinginkan.
3.  Tempat,  adalah lokasi untuk memasarkan produk atau jasa yang dimiliki oleh sebuah perusahaan.Tempatmenunjukkan segala kegiatan yang diperlukan agar produk atau jasa dapat sampai ke tangan konsumen saat menginginkannya dengan tepat waktu
 4. Promosi adalah  aktivitas yang  dilakukan oleh perusahaan untuk mengkomunikasikan nilai produk yang dimiliki kepada target pasar yang telah ditentukan.
    Sudarsono (2007), Menyatakan bahwa “Dalam menetapkan harga jual perlu dipertimbangkan beberapa hal, antara lain: (a) harga pokok jual barang, (b) harga barang sejenis, (c) daya beli masyarakat, (d) jangka waktu perputaran modal, (e) peraturan-peraturan dan sebagainya. Faktor-faktor tersebut merupakan faktor-faktor objektif. Faktor-faktor objektif ini kadang-kadang tidak cukup kuat untuk dipakai sebagai dasar penentuan harga, sehingga ada faktor-faktorpertimbangan subyektif.
            Online Business atau e-commerce diartikan sebagai pertukaran barang atau jasa melalui internet atau media elektronik lainnya yang meliputi komunikasi, transaksi dan penyelesaian mekanisme pembayaran sesuai dengan prinsip dasar yang berlaku pada perdagangan tradisional di mana pembeli dan penjual melakukan pertukaran barang atau jasa dengan media pembayaran berupa uang tanpa bertemu langsung antara penjual dan pembeli. Usaha pemasaran melalui internet sudah mulai dikembangkan alasannya penggunaan media ini semakin hari semakin banyak. Dari sekian banyak penggunaan internet di dunia, indonesia mencapai angka 36,5 juta penggunaannya. (Serfiani, Purnomo, & Hariyani, 2013).
            Jadi, potensi yang sangat besar untuk saat ini adalah penjualan produk selain di pasar yaitu dengan cara melakukan pemasaran via Online. Pupuk kompos yang telah di buat oleh warga Karanganyar ini dapat langsung di distribusikan dan dijual ke pasaran. Tidak hanya sebatas pasar saja, atau sebatas di daerah Karanganyar saja tetapi pupuk kompos yang telah di produksi oleh warga-warga Karang anyar dapat di pasarkan ke seluruh pasar-pasar di kota Palembang, di jual pada Dinas Perkebunan dan Pertanian, Para pecinta Tanaman Hias, para Penjual tanaman-tanaman yang ada di kota Palembang yang sangat membutuhkan pupuk Kompos ini sebagai pupuk pengganti pupuk yang kimia yang banyak digunakan oleh orang-orang. Pemasaran pupuk kompos dari limbah eceng gondok dapat dipasarkan dengan sosial media online. Tidak hanya para warga kota Palembang yang akan membeli pupuk Kompos Produksi Karanganyar tetapi juga seluruh kota di Indonesia.
METODOLOGI
            Penelitian yang dilakukan adalah dengan tahapan-tahapan yaitu tahapan persiapan yakni dilakukan observasi terhadap potensi Kelurahan Karang karena eceng gondok belum dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Tahap kedua yaitu pelaksanaan. Dibagi menjadi 2 tahap yaitu sosialisasi dengan tujuan memberikan pengetahuan kepada warga Karang Anyar mengenai pengolahan limbah eceng gondok menjadi pupuk kompos yang mempunyai nilai jual tinggi. Lalu pelatihan pemanfaatan eceng gondok dengan warga Karang Anyar. Cara membuat pupuk kompos dari eceng gondok yaitu sebagai berikut: menyiapkan bahan dasar eceng gondok dan EM4,  Pupuk hayati yang sudah tersedia di pasaran adalah Effective Microorganisms 4 (EM4). EM4 merupakan pupuk hayati yang memanfaatkan mikroorganisme efektif untuk meningkatkanpertumbuhan tanaman, menghancurkan bahan organik dalam waktu singkat dan bersifat racun terhadap hama. Mikroorganisme utama dalam larutan Effective microorganism 4 (EM4) terdiri dari bakteri fotosintetik (bakteri fototropik), bakteri asam laktat (Lactobacillus sp.), dan yeast (Saccharomyces spp.) (Higa & Parr 1998).
 Eceng gondok seberat 100 kg dicincang dan digiling halus, lalu membuat 2 buah pagar bambu yang berukuran 1 meter dan tinggi 1,5 meter yang di rangkai berbentuk kandang dengan ukuran 1 x 2 x 1, 1,5 meter yang digunakan sebagai tempat pembuatan pupuk organik atau kompos. Selanjutnya masukkan eceng gondok yang telah dihaluskan dan dipadatkan dengan cara menginjak-injak tumoukan hingga kepadatan setinggi hampir 20 cm, Taburkan MikroDek (EM4) Secara merata di atas padatan tumbukan eceng gondok, Masukkan kembali eceng gondok halus dan lakukan pemadatan lagi seperti cara diatas hingga tumpukan bertambah tinggi, taburkan Mikrodek (Em4) secara merata. Lakukan secara berulang-ulang cara di atas hingga timbunan eceng gondok mencapai tinggi sekitar 60 cm sampai 1 meter, tutup timbunan eceng gondok tersebut dengan plastik dan pada hari kedua suhu bahan pupuk akan terus meningkat hingga 70-800 C selanjutnya bahan-bahan pupuk yang dicampur selanjutnya disimpan di dalam ruangan untuk difermentasikan selama 2 minggu. Penutupan dengan plastik bertujuan untuk menciptakan suhu yang tinggi sehingga mempercepat proses pelapukan. Setelah masa fermentasi dilakukan pengecekan terhadap tingkat keberhasilan pembuatan pupuk. Proses fermentasi dibutuhkan waktu yang cukup lama yaitu selama 2 minggu.
Pupuk kompos yang telah jadi langsung di masukkan kedalam kantong plastik ukuran 1 kg sehingga dalam 1 hari pengemasan diperoleh pupuk kompos rata-rata sebanyak 100 kg, pupuk yang telah di masukan dalam plastik ini diberi label Pupuk kompos Karanganyar agar semua orang yang membeli produk ini mengetahui dari mana produksi pupuk kompos dari eceng gondok ini. Pupuk kompos dari limbah eceng gondok yang telah dibungkus dan diberi maka siap untuk dipasarkan, target penjualan pupuk kompos adalah Pasar, Tempat penjualan-penjualan jenis-jenis tanaman, dinas perkebunan dan pertanian.
       Tekhnik penjualan pupuk Kompos ini adalah dengan cara langsung ataupun juga dengan cara online. Untuk pemasaran secara langsung. Warga menjual pupuk ini ke pasar-pasar, ke penjual tanaman-tanaman dengan harga 7.000 per 1 kg pupuk kompos. Sehingga di pasar dapat menjual pupuk kompos dengan harga 10.000-15.000.
     Pemasaran yang kedua dengan cara pemasaran lewat online. Pupuk kompos yang telah disiapkan untuk di jual, di ambil gambar nya untuk dapat di tampilkan di penjualan online baik itu di instagram, BBM, Facebook dll. Lalu dibuat keterangan harga pupuk kompos serta kelebihan-kelebihan pupuk kompos eceng gondok produksi Karanganyar agar terlihat berbeda dari pupuk kompos lainnya. Cara yang dilakukan agar menarik simpati pembeli yang melihat barang di online dengan dilakukan nya promosi. Promosi sangat berpengaruh dalam pemasaran karena orang-orang yang ingin membeli barang di online atau pun secara langsung di pasar lebih tertarik dengan promosi-promosi yang diberikan oleh si penjual. Promosi ini tidak lama-lama berlaku Saat peminat pembelian pupuk kompos meningkat maka harga pun dapat naik melebihi harga yang dijual secara langsung di pasaran. Dapat dijual dengan harga rata-rata 10.000-15.000 per kg nya. 
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil yang diperoleh dalam pembuatan pupuk kompos dilakukan dalam berbagai tahap agar proses persiapan hingga proses fermentasi berjalan dengan baik dan diperoleh hasil pupuk kompos yang baik. Tahapan-tahapan dilakukan oleh warga Karang Anyar dengan baik, sehingga mereka memiliki keterampilan dan pengetahuan baru tentang pembuatan pupuk kompos maka limbah eceng gondok dapat digunakan dan dimanfaatkan bukan hanya sebagai limbah sampah yang hanya dapat merusak dan mengotori wilayah anak sungai Musi. Dan juga dari hasil pembuatan pupuk kompos dari eceng gondok ini dapat di jual ke lingkup pertanian atau pasar dikarenakan peminat orang-orang dalam menggunakan pupuk kompos sangat tinggi dibandingkan dengan pupuk kimia, sehingga akan diperoleh keutungan dengan biaya jual yang tinggi
Hal yang mempengaruhi tingkat keberhasilan dalam pembuatan pupuk kompos dari eceng gondok yaitu: pertama suhu merupakan faktor penting bagi kehidupan bakteri. Bakteri yang menguntungkan umumnya hidup pada suhu optimum bagi pertumbuhan makhluk hidup yakni sekitar 180 C – 400 C kedua adalah kelembaban,bakteridapatberkembang biak pada kondisi kelembaban yang relatif tinggi yakni mencapai 600 C kelembaban tinggi berarti lingkungan cendrung berair, bakteri sangat menyukai pada kondisi lingkungan yang relatif berair. Pada penelitian ini penimbbunan eceng gondok ditutup menggunakan plastik. Hal imi bertujuan agar media lembab. Ketiga adalah intensitas cahaya, untuk dapat berkembang baik dengan optimal media yang berisi fermentasi bahan pupuk sebaiknya diletakkan pada tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Sinar matahari secara langsung dapat meningkatkan suhu pada media secara signifikan yang dapat merusak protein dan komponen sel lainnya. Pada saat pembuatan pupuk kompos dilakukan dalam ruang terang, akan tetapi pada saat proses fermentasi dilakukan di dalam ruangan gelap untuk meminimalisisr interaksi dengan cahaya, keempat adalah sumber makanan bakteri dekomposer adalah bahan organik termasuk tumbuhan Sumber makanan bakteri dekomposer adalah bahan organik, termasuk  tumbuhan.  Dekomposisi  yang berhasil  dicirikan  dengan bahan yang difermentasikan hancur yang menunjukkan aktivitas bakteri yang tinggi. Sumber makanan dalam penelitian ini yang dimaksud adalah eceng gondok, agar proses dekomposisi cepat dilakukan pemotongan eceng gondok dengan menggunakan pisau atau gunting. Jika ukuran bahan terlalu besar maka dekomposisi akan berlangusng relatif lebih lama. Dalam penelitian ini dilakukan pemotongan menggunakan pisau. Kelima adalah Komposisi Media, Komposisi media yang digunakan harus seimbang dengan larutan yang digunakan. Dalam pembuatan pupuk kompos digunakan larutan EM4 secukupnya. Komposisi larutan larutan EM4 harus sesuai dengan jumlah bahan yang akan digunakan. Apabila larutan EM4 kurang atau lebih sedikit, maka kemungkinan besar pupuk kompos akan gagal dan bahan akan cepat membusuk. Dalam penelitian ini menggunakan sejumlah larutan EM4 sesuai dengan dalam resep. Keenam adalah waktu Pembuatan, Pembuatan pupuk kompos sebaiknya dilakukan pada waktu sore atau pagi hari dimana intensitas cahaya matahari relatif rendah dan kelembaban tidak terlalu tinggi. Dalam penelitian ini waktu pembuatan adalah pada saat siang hari. Namun berdasarkan hasil yang diperoleh memiliki ciri-ciri yang hampir sama dengan pupuk kompos yang bagus.
            Setelah Pupuk Kompos dari Limbah Eceng Gondok sudah selesai maka tahap selanjutnya adalah Pemasaran Barang, langkah yang harus dilakukan sebelum melakukan pemasaran yaitu penetapan harga, harga adalah suatu variabel pemasaran yang perlu diperhatikan oleh warga setempat karena harga yang akan langsung mempengaruhi besarnya volume penjualan dan laba yang akan dicapai oleh tempat Produksi pupuk Kompos, lalu kedua adalah promosi penjualan merupakan program dan penawaran khusus yang dirancang untuk memikat para pelanggan untuk tertarik agar mengambil keputusan pembelian yang positif. Program promosi penjualan semacam ini merupakan bagian terpadu dari strategi pemasaran.
            Eceng gondok yang telah dibuat menjadi pupuk kompos di masukkan kedalam kantong plastik yang diberi label pupuk kompos eceng gondok produksi Karanganyar agar orang-orang yang membeli pupuk kompos eceng gondok berasal dari produksi di karang anyar kota Palembang dan dapat mudah di ingat oleh konsumen sehingga akan terkenal oleh orang-orang.
            Penjualan pupuk kompos eceng gondok dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan cara langsung yang dijual ke pasar-pasar, tempat penjualan tanaman-tanaman, pengkoleksi tanaman hias dan dapat pula dijual ke dinas perkebunan dan pertanian agar pupuk kompos yang di produksi oleh desa Karang anyar ini dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman-tanaman di pinggir jalan raya, di setiap sudut jalan di kota Palembang yang di tanamani tanaman-tanaman hias diberikan pupuk kompos ini. Harga untuk penjualan pupuk kompos ini yaitu 7.000 per kg nya .
            Strategi pemasaran kedua adalah dengan cara pemasaran melalui online. Zaman sekarang banyak sekali pengguna internet yang sangat menyukai pembelian barang melalui situs-situs online yang tersedia. Ladang keuntungan dalam berjualan via online sangat besar. Hasil produksi kita pun dapat terkenal dimana-mana dengan hanya melalui situs online. Langkah ini digunakan untuk memasarkan produksi pupuk kompos eceng gondok dari Karang anyar. Langkah awal untuk menarik minat pembeli untuk membeli barang yaitu dengan mengadakan promosi. Warga Karang anyar pun harus melakukan promosi untuk menarik simpati konsumen agar konsumen tertarik dan membeli pupuk kompos. Warga juga harus menampilkkankeunggulan-keunggulan yang terdapat pada pupuk kompos eceng gondok produksi dari desa Karang anyar. Namun sebelum warga langsung terjun ke dalam pemasaran secara online. Produk yang dipasarkan secara online pun tidak hanya sebatas di Karanganyar saja tetapi dapat dipasarkan di kota Palembang bahkan sampai ke luar kota Palembang. Mahasiswa KKN harus mengadakan pelatihan dan penyuluhan untuk penggunaan barang-barang ataupun situs online. Mereka diberikan pengarahan dalam melakukan pemasaran tersebut agar warga dapat lebih mudah dan memperoleh keutungan yang besar dari hasil penjualan sehingga dapat menaikan perekonomian warga di desa Karanganyar.
 KESIMPULAN
           Pengabdian pada masyarakat merupakan salah satu komponen kegiatan akademik yang merupakan kegiatan yang diadakan oleh perguruan tinggi, pengabdian kepada masyarakat juga diharapkan mampu menciptakan adanya interelasi antar perguruan tinggi dan masyarakat, untuk mengantisipasi terjadinya isolasi perguruan tinggi dari masyarakat sekitarnya. Maka dari itu peran KKN Bagi mahasiswa Biologi sebagai fasilitator untuk warga-wargadi desa Karanganyar dalam memberikan ilmu-ilmu Biologi yang diperoleh di perkuliahan dan di terapkan langsung pada warga terutama di Keluarahn Karanganyar kecamatan Gandus kota Palembang.
      Mahasiswa KKN ini melakukan  pemanfaatan eceng gondok (Eichornia crassipes) menjadi pupuk kompos             untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dengan strategi pemasaran online. Dikarenakan banyak sekali ditemukan limbah-limbah eceng gondok yang berada di pinggiran sungai Musi kota Palembang termasuk di pinggiran sungai di Karang anyar karena desa Karanganyar sangat dekat sekali dengan sungai Musi.
      Olahan limbah eceng gondok dibuat menjadi pupuk kompos yang memiliki nilai jual yang tinggi untuk meningkatkan perekonomian warga di Karanganyar.  Strategi penjualan pupuk kompos eceng gondok dengan cara pemasaran secara langsung dan pemsaran secara online.

DAFTAR PUSTAKA
Higa, T., & Parr, J. F. 1998. Effective Microor-ganisms (EM) Untuk Pertanian dan Lingkungan yang Berkelanjutan. Jakarta: Indonesia Kyusai Nature Farming Societies
Rahardi, F dan Hartono, R. 2003. Agribisnis Peternakan. Jakarta:  Penebar Swadaya.
Syam, A. 2003. Efektivitas Pupuk Organik dan Anorganik terhadap Produktivitas Padi di Lahan Sawah. Jurnal Agrivigor 3 (2), 232–244

Serfiani, C. Y Purnomo, S. D., & Hariyani, I. 2013. Buku Pintar Bisnis Online dan Transaksi Elektronik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Setyotini, D. R., & Saraswati, dan Anwar, E.K. (2006). Kompos. Jurnal Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. 2(3), 11-40.

Strauss, J., & Frost, R. 2012. E-Marketing. New Jersey: Pearson Education Inc,.
Sudarsono, 2007. Penetapan Harga Jual.Web:http://ilmumanajemen.wordpress.com, diakses tanggal 13 Juli 2017

            

Rabu, 12 Juli 2017

soal Keterampilan Proses Sains Materi Sistem Pernapasan kelas XI SMA



SOAL KETERAMPILAN PROSES SAINS MATERI SISTEM PERNAPASAN KELAS XI SMA

Kompetensi dasar : 3.8 Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem respirasi dan mengaitkannya dengan bioprosesnya sehingga dapat menjelaskan proses pernapasan serta gangguan fungsi yang mungkin terjadi pada sistem respirasi manusia melalui studi literatur, pengamatan, percobaan, dan simulasi.

Aspek KPS : Mengamati (observasi), menafsirkan pengamatan (interpretasi), berhipotesis, merencanakan percobaan, berkomunikasi
Bentuk soal : esay

1. Aspek KPS : Mengamati (observasi)
     Indikator KPS : 1. menggunakan sebanyak mungkin alat indera
                               2.  menggunakan fakta yang ada
    Soal                 : 1. Perhatikan gambar berikut.
                
   Dari Hasil pengamatan dari gambar di atas, informasi yang ditemukan adalah
  Jawab  : Dari gambar di atas merupakan struktur alat-alat pernapasan pada manusia yaitu terdapat rongga hidung, rongga mulut, laring, faring, trakea, bronkus, bronkiolus dan paru-paru.
2. Aspek KPS    : Merencanakan percobaan  
    Indikator KPS : Menentukan alat, bahan dan sumber yang akan di pakai untuk digunakan dalam penelitian
    Soal:                Jika seorang peserta didik ingin menguji kapasitas volume  paru-paru alat dan bahan yang diperlukan adalah
Jawab:          Alat yang digunakan adalah Spirometer, timbangan badan dengan ketelitian 0,1 Kg untuk mengukur berat badan , meteran gulung. Penutup hidung
    Bahan           : Kertas, Mounpase

3. Aspek KPS      : Merencanakan percobaan
    Indikator KPS : Menentukan langkah-langkah kerja yang akan dilakukan
    Soal                : Jika peserta didik akan melakukan percobaan menguji kapasitas volume paru-paru maka langkah kerja yang di lakukan adalah
    Jawab              : 1. Mengecek dan merangkai kelengkapan alat
2. Memasang tansduser atau saringan lalu hidupkan alat spirometer dan ketik jenis kelamin, umur, tinggi badan dan berat badan
 3. Hidung ditutup dengan penutup hidung (penjepit) supaya  udara tidak melewati hidung dan memastikan tidak bocor.
 4. Sebelum dimulai pengukuran, latihan bernafas terlebih dahulu, bernafas melalui mulut sebanyak 3-4 kali, kemudian menarik nafas sampai penuh dan menghembuskan sekuat tenaga, mengulang sebanyak 3 kali.
5. Menghidupkan FVC lalu bernafas penuh langsung menghembuskan sebanyak 3 kali. Lalu tekan stop
6.   Muncul gambar grafik, lalu print hasil nya


4 Aspek KPS     : Merencanakan percobaan
  Indikator KPS : Menentukan alat, bahan dan sumber yang akan di pakai untuk digunakan dalam penelitian
Soal:                          Seekor serangga membutuhkan oksigen untuk bernapas, jika kalian ingin menguji berapa banyak nya oksigen yang dibutuhkan serangga maka alat dan bahan yang dibutuhkan untuk melakukan percobaan tersebut adalah
Jawab :                      Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah respirometer sederhana dengan skala 0,01, stopwatch, pipet, kapas, plastisin
                                  Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah eosin, jangkring, kristal KOH atau NaOH

5. Aspek KPS:            Merencanakan Percobaan
    Indikator KPS:        Menentukan apa yang akan dilaksanakan berupa langkah   kerja
    Soal:                      Seekor serangga membutuhkan oksigen untuk bernapas, jika kalian ingin menguji berapa banyak nya oksigen yang dibutuhkan serangga maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah
Jawab:        1. Bungkus kristal KOH atau NaOH dengan kapas, kemudian  masukkan ke dalam tabung respirometer
                        2. Kemudian masukkan jangkring yang sudah ditimbang ke  dalam tabung respirometer
3. Tutup tabung respirometer kemudian sambungan penutupnya  diberi plastisin agar tidak ada udara yang masuk dan keluar
4. Tetesi eosin pada ujung pipa respirometer dengan   menggunakan pipet tetes secukupnya.
5. Ukur pergerakan eosin dengan menggunakan stopwatch  secara berkala (2 menit, 4 menit, 6 menit, 8 menit, 10 menit).

6. Aspek KPS:     Berkomunikasi
Indikator KPS: Berdiskusi membaca tabel
    Soal:                 Perhatikan tabel di bawah ini
                             Tabel hasil percobaan jumlah oksigen yang dibutuhkan jangkrik 
Dari tabel hasil percobaan diatas, penjelasan yang di peroleh adalah
Jawab:             Jangkring membutuhkan oksigen dalam waktu 2 menit sebanyak 0,2 selama 4 menit 0,4 selama 6 menit 0,58 selama 8 menit 0,74 selama 10 menit o,84

7. Aspek KPS:     Menafsirkan Pengamatan
Indikator KPS: Menghubungkan hasil-hasil pengamatan
Soal:                 Perhatikan gambar dibawah ini
               
                        Dari gambar diatas terdapat KOH yang terbungkus kapas dan eosin yang ditambahkan ke dalam alat respirometer yang di dalamnya terdapat seekor serangga. Fungsi eosin dan KOH tersebut adalah
Jawab:             Eosin berfungsi Sebagai indikator oksigen yang dihirup oleh organisme percobaan (jangkrik) pada respirometer. Saat jangkrik menghirup oksigen maka terjadi penurunan tekanan gas dalam respirometer sehingga eosin bergerak masuk ke arah respirometer.
                        KOH berfungsi sebagai sebagai pengikat CO2 agar tekanan dalam respirometer menurun. Jika tidak diikat maka tekanan parsial gas dalam respirometer akan tetap dan eosin tidak bisa bergerak. Akibatnya volume oksigen yang dihirup serangga tidak bisa diukur. Kristal KOH/NaOH dapat mengikat CO2 karena bersifat higroskopis.

8. Aspek KPS:     : Menafsirkan Pengamatan
    Indikator KPS : Menghubungkan hasil-hasil pengamatan
Soal            :  Pada percobaan menghitung oksigen yang diperlukan serangga faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi respirasi pada serangga?
Jawab       :1. Berat tubuh, Semakin berat tubuh suatu organisme, maka semakin banyak oksigen yang dibutuhkan dan semakin cepat proses respirasinya.
2. Ukuran tubuh, Makin besar ukuran tubuh maka keperluan oksigen makin banyak.
3. Kadar O2, Bila kadar oksigen rendah maka frekuensi respirasi akan meningkat sebagai kompensasi untuk meningkatkan pengambilan oksigen
4.Aktivitas,Makhluk hidup yang melakukan aktivitas memerlukan energi. Jadi semakin tinggi aktivitasnya, maka semakin banyak kebutuhan energinya, sehingga pernafasannya semakin cepat.

9. Aspek KPS:            Berhipotesis
 Indikator KPS:        Mengetahui bahwa ada lebih dari satu kemungkinan penjelasan dari suatu kejadian
Soal:                         Perhatikan gambar dibawah ini
             
                                            Di lingkungan sekitar banyak di temukan stiker bertulisan dilarang merokok di depan umum, ataupun juga asap rokok membunuh orang di sekitarmu. Menurut anda pengaruh dan penyakit apa saja yang ditimbulkan oleh seseorang yang kecanduan menghisap rokok dan asap yang ditimbulkan bagi kesehatan pernapasan?
Jawab:                                Penyakit yang ditimbulkan oleh seseorang yang menghisap rokok serta asap rokok yang ditimbulkan adalah penyakit jantung koroner, trombosit koroner, kanker, bronkitis. Bahaya asap rokok yang di sebarkan oleh perokok yaitu asap rokok terbagi menjadi dua yaitu asap rokok utama dan asap rokok samping. Perokok pasif yang berada di dekat perokok dua kali lebih mudah terkena kanker paru-paru dibandingkan mereka yang tinggal di daearah yang bebas asap rokok.


10. Aspek KPS:        Berhipotesis
 Indikator KPS:   Mengetahui bahwa ada lebih dari satu kemungkinan penjelasan dari suatu kejadian
Soal:                   Saat seseorang menghirup udara bebas pada pagi hari, orang tersebut menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nya secara perlahan. Apa pengaruh nya jika orang tersebut selalu menghirup udara segar setiap pagi hari.

Jawab:               saat seseorang bernapas , maka terjadi kontraksi menaiknya diafragma untuk mengambil oksigen yang ada di lingkungan sekitar. Jika udara yang dihirup merupakan banyak oksigen yang bersih maka orang tersebut akan selalu merasa rileks dan segar. Di karena kan menghidup udara bebas yang mengandung banyak oksigen tanpa polusi udara.

Kamis, 06 Juli 2017

laporan fisiologi tumbuhan gerak pada tumbuhan

LAPORAN PRAKTIKUM VII
GERAK PADA TUMBUHAN


Disusun Oleh:
Okvita Sugiarti
14 222 128


Dosen Pembimbing:
Dini Afriansyah, M.Pd






PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
RADEN FATAH PALEMBANG
2017


A. Latar Belakang
Tumbuhan bereaksi terhadap perubahan lingkungan dengan perwujudan yang tampak antara lain pada pertumbuhannya. Respon terhadap perubahan lingkungan yang diwujudkan sebagai pertumbuhan mengakibatkan bagian tertentu lebih cepat tumbuh dibandingkan yang lainnya. Respon ini dapat menghasilkan gerak yang nyata walaupun umumnya lebih lambat dari pada gerak nasti. Diantara gerak akibat tumbuh yang dikenal adalah gerak tropisme. gerak bagian tumbuhan yang dipengaruhi oleh arah datangnya cahaya disebut fototropisme. Setiap organisme mampu menerima rangsang yang disebut iritabilitas, dan mampu pula menanggapi rangsang tersebut. Salah satu bentuk tanggapan yang umum adalah berupa gerak. Gerak berupa perubahan posisi tubuh atau perpindahan yang meliputi seluruh atau sebagian dari tubuh. Jika pada hewan rangsang disalurkan melalui saraf, maka pada tumbuhan rangsang disalurkan melalui benang plasma (plasmodema) yang masuk ke dalam sel melalui dinding yang disebut noktah (Salisbury dan Ross, 1995).
Rangsangan yang mempengaruhi terjadinya suatu gerak pada tumbuhan antara lain cahaya, air, sentuhan, suhu, gravitasi dan zat kimia. Rangsangan tersebut ada yang menentukan arah gerak tumbuhan dan ada pula yang tidak menentukan arah gerak tumbuhan. Rangsangan yang menentukan arah gerak akan menyebabkan tumbuhan bergerak menuju atau menjauhi sumber rangsangan. Iritabilitas pada tumbuhan disebabkan karena adanya bagian dinding sel yang tidak mengalami penebalan. Pada bagian ini terdapat suatu celah yang disebut noktah yang menghubungkan sel satu dengan yang lain. Melalui noktah terjadi hubungan antara sel satu dengan lainnya oleh penjuluran-penjuluran protoplasma atau benang-benang plasma yang disebut plasmodesmata (Prawiranata 1991).

B. Tujuan Praktikum
            Adapun tujuan praktikum gerak pada tumbuhan yaitu
1.      Untuk mengetahui arah tumbuh tanaman yang dipengaruhi oleh cahaya matahari
2.      Untuk mengetahui arah tumbuh tanaman yang dipengaruhi oleh gravitasi (daya tarik bumi)
3.      Untuk mengetahui arah tumbuh tanaman yang dipengaruhi air

A.  Pengertian Gerak
         Gerak merupakan salah satu ciri makhluk hidup yang bertujuan untuk melaksanakan kegiatan hidupnya. Gerak yang terjadi pada tumbuhan berbeda dengan gerak yang dilakukan oleh hewan dan manusia. Gerak pada tumbuhan bersifat pasif, artinya tidak memerlukan adanya pindah tempat. Gerak dapat terjadi karena adanya pengaruh rangsangan (stimulus). Rangsangan yang mempengaruhi terjadinya suatu gerak pada tumbuhan antara lain  cahaya, air, sentuhan, suhu, gravitasi dan zat kimia. Rangsangan tersebut ada yang menentukan arah gerak tumbuhan dan ada pula yang tidak menentukan arah gerak tumbuhan. Rangsangan yang menentukan arah gerak akan menyebabkan tumbuhan bergerak menuju atau menjauhi sumber rangsangan.
     B. Macam-Macam Gerak tumbuhan 
          1.Gerak Autonom
Gerak autonom merupakan gerak tumbuhan yang tidak disebabkan oleh rangsangan dari luar. Diduga gerak yang terjadi disebabkan oleh rangsangan yang berasal dari dalam tumbuhan itu sendiri. Gerak autonom disebut juga gerak endonom atau gerak spontan.
          Contoh gerak autonom antara lain sebagai berikut :
a) Gerak protoplasma pada sel-sel daun tanaman lidah buaya dan umbi lapis    bawang merah yang masih hidup
b) Gerak melengkung kuncup daun karena perbedaan kecepatan tumbuh
             c) Gerak tumbuhan ketika tumbuh, seperti mengalami masa pertumbuhan  terjadi penambahan masa dan             jumlah sel. Pertumbuhan ini menimbulkan gerak. 
         2. Gerak Esionom
        Gerak esionom adalah gerak yang dipengaruhi oleh rangsang yang berasal dari luar tubuh tumbuhan. Berdasarkan arah geraknya, gerak esionom dibedakan atas gerak nasti, gerak tropisme, dan gerak taksis. Salah satu contoh gerak esionom adalah gerak akibat tekanan turgor. Tekanan turgor adalah tekanan air pada dinding sel. Tekanan turgor disebabkan oleh masuknya air ke dalam sel sehingga menimbulkan tekanan pada dinding sel. macam-macam gerak esionom adalah gerak 
1. Gerak Nasti
               Gerak nasti adalah gerak bagian tubuh tumbuhan yang arahnya tidak ditentukan atau ditujukan ke                  atau dari sumber rangsang. terdiri dari gerak termonasti, fotonasti, seismonasti, niktinasti, nisti                        kompleks
           2. gerak tropisme Tropisme (tropos: balik) adalah gerak bagian tubuh tumbuhan menuju atau                            menjauhi rangsang. Tropisme yang menuju sumber rangsang merupakan gerak positif, sedangkan                  yang menjauhi rangsang adalah negatif. gerak tropisme terdiri dari fototropisme, kemotropisme,                    hidrotropisme, geotropisme,dan tigmotropisme.
          3. Gerak taksis 

               Gerak taksis adalah gerak seluruh bagian tubuh tumbuhan menuju atau menjauhi rangsang. Gerak                  yang menuju ke arah datangnya rangsang disebut taksis positif, sedangkan gerak yang menjauhi                    rangsang disebut taksis negatif. gerak taksis terdiri dari fototaksis dan kemotaksis.
       
    3Gerak higroskopis 
         Gerak higroskopis adalah gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh perubahan kadar air di                  dalam sel sehingga terjadi pengerutan yang tidak merata. Gerak higroskopis ini merupakan gerak                  bagian-bagain tanaman yang tidak hidup lagi. Contoh gerak higroskopis antara lain merekahnya kulit              buah-buahan yang sudah kering pada tumbuhan polong-polongan, membukanya dinding sporangium              (kotak spora) paku-pakuan, 


A. Waktu dan Tempat
            Praktikum Fisiologi Tumbuhan yang berjudul Gerak pada Tumbuhan dilaksanakan pada hari Selasa, 12 Juni 2017 pukul 13.20-15.00 WIB di Laboratorium Biologi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.
B. Alat dan Bahan
     1. Alat
                  Adapun alat yang digunakan pada praktikum gerak pada tumbuhan yaitu wadah aqua, silet, gunting, alumunium foil, kapan
2. Bahan
           Adapun bahan yang diguanakn pada praktikum gerak pada tumbuhan yaitu 10 biji kacang hijau
C. Cara Kerja
                   Adapun cara kerja dari praktikum ini adalah:
           Pada Fototropisme
1.         Sediakan aqua cup pertama, lubangi bagian bawah aqua cup ( sebanyak 5 lubang dengan ukuran 0,5 mm)
2.         Isi aqua cup sebanyak 4/5 bagian dengan media tanah yang sudah bersih
3.         Rendam benih selama 24 jam
4.         Tanamalah benih kacang hijau sebanyak 10 buah di atas kapas yang telah di basahi
5.         Tutup dengan menggunakan alumunium foil dan dilubangi pada bagian atas pinggir botol.
6.         Taruhlah pada tempat yang terkena cahaya matahari
7.         Amati pertumbuhan nya selama 1 minggu.

 Pada Geotropisme
1.    Sediakan aqua cup pertama, lubangi bagian bawah aqua cup
2.    Siapkan benih yang sudah di rendam selama 24 jam
3.    Taruh benih di atas kapas yang telah di basahi
4.    Tutup lah wadah aqua menggunakan alumunium foil sampai semua nya tertutup. Jangan sampai ada celah atau lubang
5.    Taruh di tempat yang terkena cahaya matahari

Pada Hdyrotropisme
1.    Sediakan aqua cup, lubangi bagian bawahnya
2.    Siapkan benih yang telah di rendam selama 24 jam
3.    Taruh benih diatas kapas yang telah di basahi
4.    Tutuplah wadah aqua menggunakan alumunium foil
5.    Lubangi alumunium foil pada bagian sisi botol
6.    Taruh di tempat yang terkena cahaya matahari

A. Hasil
            Adapun hasil dari praktikum kali ini yaitu
     Tabel 1. Gerak Tumbuhan Pada Sampel Kontrol “A”
No
Hari ke
Sampel
Jenis gerak
Arah gerak
Panjang tumbuhan
Warna daun
Jumlah daun
1
1
A (kontrol)
Tropisme
Menuju cahaya matahari
-
-
-
2
3
4 cm
Hijau muda
7
3
5
10 cm
Hijau tua
13
4
7
13 cm
Mati
Mati

 
Tabel 2. Gerak Tumbuhan Pada Sampel B
No
Hari ke
Sampel
Jenis gerak
Arah gerak
Panjang tumbuhan
Warna daun
Jumlah daun
1
1
B (tertutup semua dengan alumunium foil)
Geotropisme
Menuju gaya gravitasi bumi
-
-
-
2
3
4 cm
Hijau muda
-
3
5
15 cm
Hijau kekuningan
2
4
7
18 cm
Kuning pucat / (mati)
Mati



Tabel 3. Gerak tumbuhan pada sampel C
No
Hari ke
Sampel
Jenis gerak
Arah gerak
Panjang tumbuhan
Warna daun
Jumlah daun
1
1
C (Lubang di sisi botol dengan alumunium foil)
Hdyrotropisme
Menuju rangsangan air
-
-
-
2
3
6 cm
Hijau muda
-
3
5
12 cm
Hijau kekuningan
6
4
7
15 cm
Kuning pucat / (mati)
Mati


Tabel 4. Gerak Tumbuhan Pada Sampel D
No
Hari ke
Sampel
Jenis gerak
Arah gerak
Panjang tumbuhan
Warna daun
Jumlah daun
1
1
D (lubang pada pinggiran atas botol dengan alumunium foil)
Fototropisme
Menuju cahaya matahari
-
-
-
2
3
7 cm
Hijau muda
2
3
5
17 cm
Hijau tua
6
4
7
20 cm
Hijau kekuningan / (mati)
Mati


Pembahasan 

      Praktikum yang telah dilakukan tentang gerak pada tumbuhan maka diperoleh hasil yaitu pada percobaan menggunakan biji kacang hijau yang sudah di rendam, dengan menggunakan 4 sampel yakni sampel A sebagai kontrol, sampel B dengan menggunakan alumunium foil yang tertutup semua, sampel C dengan menggunakan alumunium foil yang dilubangi pada sisi botol , sampel D dengan menggunakan alumunium foil yang di lubangi pada pinggir botol bagian atas.       Biji kacang hijau diamati selama 7 hari dengan menggunakan cahaya matahari, Pada Sampel A sebagai tumbuhan kontrol, jenis gerak yaitu tropisme yakni gerak rangsangan terhadap cahaya matahari, warna daun hijau tua dan segar, jumlah daun pada hari ke 3 yaitu 7 dengan panjang batang 4 cm dan hari ke 5 yaitu 13 daun dengan panjang batang 13 cm. Pada sampel B tumbuhan kacang hijau melakukan pertumbuahan dengan gerak geotropisme yakni gerak rangsangan dengan daya tarik bumi. Berbeda dengan sampel A, pada sampel B warna daun hijau kekuningan karena tidak terkena cahaya matahari dikarenakan sampel botol tertutup seluruhnya menggunakan alumunium foil. Daun pada sampel B mengarah ke bawah menjauhi cahaya matahari. Jumlah daun pun lebih sedikit.
            Pada sampel C tumbuhan kacang hijau melakukan pertumbuhan dengan gerak hdyrotropisme yaitu gerak rangsangan terhadap air. Sampel C di tutup menggunakan alumunium foil dengan dilubangi pada sisi botol sehingga arah gerakan tumbuhan mengarah pada lubang sisi botol dan gerak akar tumbuhan menuju sumber air. Daun berwarna hijau kekuningan berjumlah 6 daun dan panjang batang 15 cm pada hari ke 7.
            Pada sampel D tumbuhan kacang hijau melakukan pertumbuhan dengan gerak fototropisme yaitu gerak terhadap pengaruh rangsangan cahaya. Sampel di tutupi alumunium foil dengan dilubangi di pinggir atas botol. Tumbuhan kacang hijau bergerak mendekati cahaya matahari, warna daun hijau muda pada hari ke 3 dan hijau tua pada hari ke 5. Jumlah daun yaitu 6 daun dengan panjang batang 20 cm.
            Pada percobaan biji kacang hijau diatas, kita dapa melihat bahwa pertumbuhan perkecambahan tersebut sangat cepat. Hal ini dikarenakan oleh berbagai faktor yang mempengaruhi. Seperti jumlah intensitas cahaya, dimana lubang diatas lebih  banyak seiring dengan arah tumbuh kotiledon. Faktor cahaya ini berpengaruh terhadap biji kacang hijau yaitu arah tumbuh batang beserta daun menuju arah yang normal yaitu menuju atas, selain itu tumbuhan yang tumbuh dari biji tumbuh dengan subur. Selain faktor cahaya, ada juga faktor ketersediaan air dalam specimen yard sehingga berpengaruh dengan arah tumbuh akar yang menuju kearah air. Ada juga faktor kelembabpan yang berpengaruh pada pengaktifan enzim-enzim pertumbuhan.

   A. Kesimpulan
     Kesimpulan dari praktikum ini adalah macam-macam gerak pada tumbuhan yang diamati saat praktikum adalah gerak fototropisme yaitu gerak rangsangan yang arah tumbuh tanaman nya di pengaruhi oleh cahaya matahri, sehingga batang dan daun mengarah ke datang nya cahaya matahri. Gerak geotropisme adalah gerak rangsangan dengan daya tarik bumi ( gravitasi) gerak geotropisme yang diamati adalah gerak geotropisme positif karena akar yang tumbuh menuju daya gravitasi bumi. Gerak hdyrotropisme adalah gerak yang rangsangan nya terhadap air. Gerak hdyrotropisme yang diamati yaitu akar yang tumbuh mengarah atau menuju ke rangsangan air.

PEMANFAATAN ECENG GONDOK (Eichornia crassipes ) MENJADI PUPUK KOMPOS UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT DENGAN STRATEGI PEMASARAN ONLI...