PEMANFAATAN ECENG GONDOK (Eichornia crassipes) MENJADI PUPUK KOMPOS UNTUK MENINGKATKAN
EKONOMI MASYARAKAT DENGAN STRATEGI PEMASARAN ONLINE DI KELURAHAN KARANG ANYAR
KECAMATAN GANDUS KOTA PALEMBANG
Okvita Sugiarti*
*Program
Studi Pendidikan Biologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang
Abstrak
Penelitian ini
ditujukan untuk menjelaskan peranan penting KKN Bagi mahasiswa Biologi dalam
dunia modern dan tradisional terhadap pengembangan IPTEK Sederhana dengan
judul pemanfaatan eceng gondok
(Eichornia crassipes) menjadi pupuk kompos untuk mengurangi pencemaran air dan
meningkatkan ekonomi masyarakat kelurahan karang anyar kecamatan gandus kota
Palembang. Pembuatan pupuk Kompos di keluarahan Karang Anyar ini melalui
beberapa tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan yaitu sosialisasi, pelatihan.
Hasil Penelitian ini adalah pupuk kompos yang dihasilkan dari timbunan eceng
gondok di fermentasikan selama 2 minggu yang di tutup dengan plastik untuk
proses pelapukan. Setelah masa fermentasi lalu pupuk di cek kembali. Dan pupuk
yang telah terbuat di diamkan kembali selama 1 minggu untuk menghilangkan aroma
dan gas yang timbul akibat fermentasi. Dan juga harus diperhatikan suhu,
kelembaban , intensitas cahaya, ukuran bahan dan komposisi media dan waktu
pembuatan. Berdasarkan penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa dengan
pelatihan pemanfaatan eceng gondok sebagai pembuatan pupuk kompos dapat
meningkatkan kesadaran kepedulian akan kebersihan lingkungan, menegtahui
pemanfaatan sumber daya alam yang ada, meningkatkan
perekonimoan masyarakat secara optimal dan meningkatkan pengetahuan di dalam
pemanfaatan tanaman eceng gondok. Pupuk kompos yang telah dibuat akan di
pasarkan dan dijual secara online sehingga peminat pembeli meningkat dan dapat
meningkatkan pendapatan ekonomi warga di Keluarahan Karang Anyar Kecamatan
Gandus Kota Palembang.
PENDAHULUAN
Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah
bagian dari sistem pendidikan tinggi yang menempatkan mahasiswa di luar kampus
agar mahasiswa hidup ditengah-tengah masyarakat bersama masyarakat untuk
membantu dan mendampingimasyarakatmemanfaatkan potensi sumber daya alam (SDA)
lokal dan sumber daya manusia (SDM) yang
ada untuk membantu mengatasi permasalahan masyarakat dalam kurun waktu
tertentu. Mengingat potensi dan permasalahan di masyarakat sangat kompleks dan
berubuah sangat cepat, maka perlu dilakukan KKN yang berbasis membantu
masyarakat dengan arahan fungsi keluarga sebagai bagian terkecil dari
masyarakat.
Pengabdian pada masyarakat
merupakan salah satu komponen kegiatan akademik yang merupakan kegiatan yang
diadakan oleh perguruan tinggi, pengabdian kepada masyarakat juga diharapkan
mampu menciptakan adanya interelasi antar perguruan tinggi dan masyarakat,
untuk mengantisipasi terjadinya isolasi perguruan tinggi dari masyarakat
sekitarnya. Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus Kota Palembang terletak di
sebelah Utara Bukit Lama, sebelah Selatan Sungai Musi, sebelah Barat Karang
Jaya dan sebelah Timur 36 Ilir. Kondisi desa yang merupakan tepian anak sungai
musi sehingga banyak penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan dan
beternak ikan. Luas Pemukiman kelurahan Karang Anyar berkisar 17Ha/m2, luas
persawahan 5 Ha/m2, luas taman 9,5 Ha/m2.
Jika menyelusuri sepanjang aliran
sungai kusi tampak tanaman Eceng Gondok memenuhi permukiman air. Bahkan,
sebagian menumpuk dipinggiran rumah panggung dan lahan ternak ikan di Kelurahan
Karang Anyar Kecamatan Gandus Kota Palembang. Keberadaan eceng gondok yang
sangat melimpah ini merugikan perikanan setempat karena menurunkan jumlah
cahaya yang masuk kedalam perairan sehingga menyebabkan menurunnya tingkat
kelarutan oksigen dalam air akibatnya banyak ikan yang mati.
Eceng gondok (Eichornia
crassipes) dikenal sebagai salah satu gulma yang memiliki kecepatan tumbuh
yang tinggi sehingga dapat merusak lingkungan perairan antara lain meningkatkan
evapotranspirasi (penguapan dan hilangnya air melalui daun-daun tanaman),
menurunkan jumlah cahaya yang masuk kedalam perairan sehingga menyebabkan
menurunnya tingkat kelarutan oksigen dalam air, mempercepat terjadinya proses
pendangkalan, menganggu lalu lintas air, meningkatkan habitat bagi vektor
penyakit pada manusia serta menurunkan nilai estetika lingkungan perairan (Kusrinah,
2016).
Kompos merupakan salah satu pupuk organik yang
digunakan untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Penggunaan kompos dapat
memperbaiki sifat fisik tanah dan mikrobiologi tanah (Syam, 2003).
Kompos memiliki kandungan unsur hara
seperti nitrogen dan fosfat dalam bentuk senyawa kompleks argon, protein, dan
humat yang sulit diserap tanaman. Berbagai upaya untuk meningkatkan status hara
dalam kompos telah banyak dilakukan, seperti penambahan bahan alami tepung tulang,
tepung darah kering, kulit batang pisang dan biofertilizer (Setyotini et al., 2006).
Penelitian menunjukkan bahwa Eceng gondok
dapat dijadikan sebagai sumber bahan organik alternatif. Hasil penelitian yang
dilakukan di India menunjukkan bahwa
eceng gondok yang
masih segar mengandung 95,5% air, 3,5% bahan organik,
0,04% nitrogen, 1% abu, 0,06% fosfor sebagai P2O5 dan 0,20% kalium sebagai K2). Lebih lanjut
dikemukakan pula bahwa percobaan analisis kimia tumbuhan eceng gondok atas
dasar bahan kering menghasilkan 75,8% bahan organik, 1,5% nitrogen, dan 24,2%
abu. Analisis terhadap abu yang dilakukan menunjukkan 7,0% fosfor sebagai P2O5, 28,7% kalium sebagai
K2O, 1,8% natrium sebagai Na2O, 12,8% kalsium sebagai CaO dan 21,0% khlorida
CCL5 (Kusrinah, 2016).
Dengan kandungan bahan organik dan
unsur hara yang tinggi tersebut eceng gondok dapat dijadikan sebagai alternatif
sumber pupuk kompos. Pupuk kompos merupakan salah satu pupuk organik yang
praktis dan sangat mudah pembuatannya. Kelebihan pupuk kompos dari pada pupuk
yang lain adalah mampu menyediakan hara secara cepat dan ramah terhadap lingkungan
karena tidak merusak tanah walaupun digunakan sesering mungkin (Kusrinah,
2016).
Pengabdian masyarakat yang telah
ditempuh ini menitikberatkan pada bagaimana teknologi yang mudah, murah dan
tepat guna dapat digunakan oleh masyarakat Kelurahan Karang Anyar Kecamatan
Gandus untuk mengolah eceng gondok menjadi produk yang mempunyai daya guna yang
lebih tinggi. Produk yang disasar pada pengabdian ini adalah dengan menjadikan
eceng gondok sebagai pupuk kompos sehingga mendukung kebutuhan pupuk nasional
dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di Kelurahan Karang Anyar Kecamatan
Gandus Kota Palembang.
Dunia pertanian saat ini sedang
gencarnya melaksanakan program go green yang mana semua produk pangan bersifat
organik. Melihat peluang tersebut banyak kalangan (pengusaha, produsen,
pedagang) yang cepat beralih ke produk organik dengan memanfaatkan berbagai
limbah untuk pembuatan pupuk organik.
Proses pengolahan limbah hasil
ternak dapat dikemas menjadi pupuk organik padat (bio kultur) dan urin (bio
urin) yang memiliki keunggulan ganda, selain bermanfaat bagi tumbuhan juga
dapat memperbaiki unsur hara pada tanah yang tidak dimiliki oleh pupuk kimia,
sehingga kesuburan tanah bisa dijaga. Melihat kondisi yang ada pada saat ini
dimana melambungnya harga pupuk anorganik atau pupuk kimia pabrikan, maka
limbah kandang merupakan salah satu peluang usaha tambahan yang memiliki nilai
jual (Praniti, 2016).
Manajemen pemasaran merupakan
proses kegiatan aktivitas menyalurkan produk dari produsen ke konsumen.
Pemasaran merupakan ujung tombak kegiatan ekonomi dalam agribisnis peternakan.
Peternak atau pengusaha yang menghasilkan produk peternakan pasti menginginkan
produknya sampai dan diterima oleh konsumen yang harus melalui beberapa
kegiatan pemasaran (Rahadi dan Hartono, 2003).
E-Marketing Mix menurut Strauss dan Frost terdapat
empat aspek, yaitu (Strauss & Frost, 2012):
1. Produk:
Manfaat yang dapat memenuhi
kebutuhan sebuah organisasi atau konsumen dan bagi mereka yang bersedia untuk
menukarkan uang atau barang-barang lainnya sesuai dengan nilai yang dimiliki
oleh suatu produk
2. Harga: Secara luas price adalah jumlah dari
seluruh nilai (seperti uang, waktu, energi, dan biaya psikis) yang ditukarkan
oleh pembeli untuk memiliki manfaat atas produk atau jasa yang dibutuhkan atau
diinginkan.
3. Tempat,
adalah lokasi untuk memasarkan produk atau jasa yang dimiliki oleh
sebuah perusahaan.Tempatmenunjukkan segala kegiatan yang diperlukan agar produk
atau jasa dapat sampai ke tangan konsumen saat menginginkannya dengan tepat
waktu
4. Promosi adalah aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan untuk
mengkomunikasikan nilai
produk yang
dimiliki kepada target pasar yang telah ditentukan.
Sudarsono
(2007), Menyatakan bahwa “Dalam menetapkan harga jual perlu dipertimbangkan
beberapa hal, antara lain: (a) harga pokok jual barang, (b) harga barang
sejenis, (c) daya beli masyarakat, (d) jangka waktu perputaran modal, (e) peraturan-peraturan
dan sebagainya. Faktor-faktor tersebut merupakan faktor-faktor objektif. Faktor-faktor
objektif ini kadang-kadang tidak cukup kuat untuk dipakai sebagai dasar
penentuan harga, sehingga ada faktor-faktorpertimbangan subyektif.
Online
Business atau e-commerce diartikan sebagai pertukaran barang atau jasa melalui
internet atau media elektronik lainnya yang meliputi komunikasi, transaksi dan
penyelesaian mekanisme pembayaran sesuai dengan prinsip dasar yang berlaku pada
perdagangan tradisional di mana pembeli dan penjual melakukan pertukaran barang
atau jasa dengan media pembayaran berupa uang tanpa bertemu langsung antara
penjual dan pembeli. Usaha pemasaran melalui internet sudah mulai dikembangkan
alasannya penggunaan media ini semakin hari semakin banyak. Dari sekian banyak
penggunaan internet di dunia, indonesia mencapai angka 36,5 juta penggunaannya.
(Serfiani, Purnomo, & Hariyani, 2013).
Jadi,
potensi yang sangat besar untuk saat ini adalah penjualan produk selain di
pasar yaitu dengan cara melakukan pemasaran via Online. Pupuk kompos yang telah
di buat oleh warga Karanganyar ini dapat langsung di distribusikan dan dijual
ke pasaran. Tidak hanya sebatas pasar saja, atau sebatas di daerah Karanganyar
saja tetapi pupuk kompos yang telah di produksi oleh warga-warga Karang anyar
dapat di pasarkan ke seluruh pasar-pasar di kota Palembang, di jual pada Dinas
Perkebunan dan Pertanian, Para pecinta Tanaman Hias, para Penjual
tanaman-tanaman yang ada di kota Palembang yang sangat membutuhkan pupuk Kompos
ini sebagai pupuk pengganti pupuk yang kimia yang banyak digunakan oleh
orang-orang. Pemasaran pupuk kompos dari limbah eceng gondok dapat dipasarkan
dengan sosial media online. Tidak hanya para warga kota Palembang yang akan
membeli pupuk Kompos Produksi Karanganyar tetapi juga seluruh kota di
Indonesia.
METODOLOGI
Penelitian yang
dilakukan adalah dengan tahapan-tahapan yaitu tahapan persiapan yakni dilakukan
observasi terhadap potensi Kelurahan Karang karena eceng gondok belum
dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Tahap kedua yaitu pelaksanaan.
Dibagi menjadi 2 tahap yaitu sosialisasi dengan tujuan memberikan pengetahuan
kepada warga Karang Anyar mengenai pengolahan limbah eceng gondok menjadi pupuk
kompos yang mempunyai nilai jual tinggi. Lalu pelatihan pemanfaatan eceng
gondok dengan warga Karang Anyar. Cara membuat pupuk kompos dari eceng gondok
yaitu sebagai berikut: menyiapkan bahan dasar eceng gondok dan EM4, Pupuk hayati yang sudah tersedia di pasaran
adalah Effective Microorganisms 4 (EM4).
EM4 merupakan pupuk hayati yang memanfaatkan mikroorganisme efektif untuk
meningkatkanpertumbuhan tanaman, menghancurkan bahan organik dalam waktu singkat
dan bersifat racun terhadap hama. Mikroorganisme utama dalam larutan Effective microorganism 4 (EM4) terdiri
dari bakteri fotosintetik (bakteri fototropik), bakteri asam laktat (Lactobacillus sp.), dan yeast (Saccharomyces spp.) (Higa & Parr 1998).
Eceng gondok seberat 100 kg dicincang dan
digiling halus, lalu membuat 2 buah pagar bambu yang berukuran 1 meter dan
tinggi 1,5 meter yang di rangkai berbentuk kandang dengan ukuran 1 x 2 x 1, 1,5
meter yang digunakan sebagai tempat pembuatan pupuk organik atau kompos.
Selanjutnya masukkan eceng gondok yang telah dihaluskan dan dipadatkan dengan
cara menginjak-injak tumoukan hingga kepadatan setinggi hampir 20 cm, Taburkan
MikroDek (EM4) Secara merata di atas padatan tumbukan eceng gondok, Masukkan kembali
eceng gondok halus dan lakukan pemadatan lagi seperti cara diatas hingga
tumpukan bertambah tinggi, taburkan Mikrodek (Em4) secara merata. Lakukan
secara berulang-ulang cara di atas hingga timbunan eceng gondok mencapai tinggi
sekitar 60 cm sampai 1 meter, tutup timbunan eceng gondok tersebut dengan
plastik dan pada hari kedua suhu bahan pupuk akan terus meningkat hingga 70-800
C selanjutnya bahan-bahan pupuk yang dicampur selanjutnya disimpan di dalam
ruangan untuk difermentasikan selama 2 minggu. Penutupan dengan plastik
bertujuan untuk menciptakan suhu yang tinggi sehingga mempercepat proses
pelapukan. Setelah masa fermentasi dilakukan pengecekan terhadap tingkat
keberhasilan pembuatan pupuk. Proses fermentasi dibutuhkan waktu yang cukup
lama yaitu selama 2 minggu.
Pupuk kompos yang telah jadi
langsung di masukkan kedalam kantong plastik ukuran 1 kg sehingga dalam 1 hari
pengemasan diperoleh pupuk kompos rata-rata sebanyak 100 kg, pupuk yang telah
di masukan dalam plastik ini diberi label Pupuk kompos Karanganyar agar semua
orang yang membeli produk ini mengetahui dari mana produksi pupuk kompos dari
eceng gondok ini. Pupuk kompos dari limbah eceng gondok yang telah dibungkus
dan diberi maka siap untuk dipasarkan, target penjualan pupuk kompos adalah
Pasar, Tempat penjualan-penjualan jenis-jenis tanaman, dinas perkebunan dan
pertanian.
Tekhnik
penjualan pupuk Kompos ini adalah dengan cara langsung ataupun juga dengan cara
online. Untuk pemasaran secara langsung. Warga menjual pupuk ini ke
pasar-pasar, ke penjual tanaman-tanaman dengan harga 7.000 per 1 kg pupuk
kompos. Sehingga di pasar dapat menjual pupuk kompos dengan harga
10.000-15.000.
Pemasaran
yang kedua dengan cara pemasaran lewat online. Pupuk kompos yang telah
disiapkan untuk di jual, di ambil gambar nya untuk dapat di tampilkan di penjualan
online baik itu di instagram, BBM, Facebook dll. Lalu dibuat keterangan harga
pupuk kompos serta kelebihan-kelebihan pupuk kompos eceng gondok produksi
Karanganyar agar terlihat berbeda dari pupuk kompos lainnya. Cara yang
dilakukan agar menarik simpati pembeli yang melihat barang di online dengan
dilakukan nya promosi. Promosi sangat berpengaruh dalam pemasaran karena
orang-orang yang ingin membeli barang di online atau pun secara langsung di
pasar lebih tertarik dengan promosi-promosi yang diberikan oleh si penjual.
Promosi ini tidak lama-lama berlaku Saat peminat pembelian pupuk kompos
meningkat maka harga pun dapat naik melebihi harga yang dijual secara langsung
di pasaran. Dapat dijual dengan harga rata-rata 10.000-15.000 per kg nya.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Hasil yang diperoleh dalam
pembuatan pupuk kompos dilakukan dalam berbagai tahap agar proses persiapan
hingga proses fermentasi berjalan dengan baik dan diperoleh hasil pupuk kompos
yang baik. Tahapan-tahapan dilakukan oleh warga Karang Anyar dengan baik,
sehingga mereka memiliki keterampilan dan pengetahuan baru tentang pembuatan
pupuk kompos maka limbah eceng gondok dapat digunakan dan dimanfaatkan bukan
hanya sebagai limbah sampah yang hanya dapat merusak dan mengotori wilayah anak
sungai Musi. Dan juga dari hasil pembuatan pupuk kompos dari eceng gondok ini
dapat di jual ke lingkup pertanian atau pasar dikarenakan peminat orang-orang
dalam menggunakan pupuk kompos sangat tinggi dibandingkan dengan pupuk kimia,
sehingga akan diperoleh keutungan dengan biaya jual yang tinggi
Hal yang mempengaruhi tingkat
keberhasilan dalam pembuatan pupuk kompos dari eceng gondok yaitu: pertama suhu
merupakan faktor penting bagi kehidupan bakteri. Bakteri yang menguntungkan
umumnya hidup pada suhu optimum bagi pertumbuhan makhluk hidup yakni sekitar 180
C – 400 C kedua adalah kelembaban,bakteridapatberkembang biak
pada kondisi kelembaban yang relatif tinggi yakni mencapai 600 C
kelembaban tinggi berarti lingkungan cendrung berair, bakteri sangat menyukai
pada kondisi lingkungan yang relatif berair. Pada penelitian ini penimbbunan
eceng gondok ditutup menggunakan plastik. Hal imi bertujuan agar media lembab.
Ketiga adalah intensitas cahaya, untuk dapat berkembang baik dengan optimal
media yang berisi fermentasi bahan pupuk sebaiknya diletakkan pada tempat yang
tidak terkena sinar matahari secara langsung. Sinar matahari secara langsung
dapat meningkatkan suhu pada media secara signifikan yang dapat merusak protein
dan komponen sel lainnya. Pada saat pembuatan pupuk kompos dilakukan dalam
ruang terang, akan tetapi pada saat proses fermentasi dilakukan di dalam
ruangan gelap untuk meminimalisisr interaksi dengan cahaya, keempat adalah
sumber makanan bakteri dekomposer adalah bahan organik termasuk tumbuhan Sumber
makanan bakteri dekomposer adalah bahan organik, termasuk tumbuhan.
Dekomposisi yang berhasil dicirikan
dengan bahan yang difermentasikan hancur yang menunjukkan aktivitas
bakteri yang tinggi. Sumber makanan dalam penelitian ini yang dimaksud adalah
eceng gondok, agar proses dekomposisi cepat dilakukan pemotongan eceng gondok
dengan menggunakan pisau atau gunting. Jika ukuran bahan terlalu besar maka
dekomposisi akan berlangusng relatif lebih lama. Dalam penelitian ini dilakukan
pemotongan menggunakan pisau. Kelima adalah Komposisi Media, Komposisi media
yang digunakan harus seimbang dengan larutan yang digunakan. Dalam pembuatan
pupuk kompos digunakan larutan EM4 secukupnya. Komposisi larutan larutan EM4
harus sesuai dengan jumlah bahan yang akan digunakan. Apabila larutan EM4
kurang atau lebih sedikit, maka kemungkinan besar pupuk kompos akan gagal dan
bahan akan cepat membusuk. Dalam penelitian ini menggunakan sejumlah larutan
EM4 sesuai dengan dalam resep. Keenam adalah waktu Pembuatan, Pembuatan pupuk
kompos sebaiknya dilakukan pada waktu sore atau pagi hari dimana intensitas
cahaya matahari relatif rendah dan kelembaban tidak terlalu tinggi. Dalam penelitian
ini waktu pembuatan adalah pada saat siang hari. Namun berdasarkan hasil yang
diperoleh memiliki ciri-ciri yang hampir sama dengan pupuk kompos yang bagus.
Setelah
Pupuk Kompos dari Limbah Eceng Gondok sudah selesai maka tahap selanjutnya
adalah Pemasaran Barang, langkah yang harus dilakukan sebelum melakukan
pemasaran yaitu penetapan harga, harga adalah suatu variabel pemasaran yang
perlu diperhatikan oleh warga setempat karena harga yang akan langsung
mempengaruhi besarnya volume penjualan dan laba yang akan dicapai oleh tempat
Produksi pupuk Kompos, lalu kedua
adalah
promosi penjualan merupakan program dan penawaran khusus yang dirancang untuk
memikat para pelanggan untuk tertarik agar mengambil keputusan pembelian yang
positif. Program promosi penjualan semacam ini merupakan bagian terpadu dari
strategi pemasaran.
Eceng
gondok yang telah dibuat menjadi pupuk kompos di masukkan kedalam kantong
plastik yang diberi label pupuk kompos eceng gondok produksi Karanganyar agar
orang-orang yang membeli pupuk kompos eceng gondok berasal dari produksi di
karang anyar kota Palembang dan dapat mudah di ingat oleh konsumen sehingga
akan terkenal oleh orang-orang.
Penjualan
pupuk kompos eceng gondok dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan cara langsung
yang dijual ke pasar-pasar, tempat penjualan tanaman-tanaman, pengkoleksi
tanaman hias dan dapat pula dijual ke dinas perkebunan dan pertanian agar pupuk
kompos yang di produksi oleh desa Karang anyar ini dapat digunakan untuk
menyuburkan tanaman-tanaman di pinggir jalan raya, di setiap sudut jalan di
kota Palembang yang di tanamani tanaman-tanaman hias diberikan pupuk kompos
ini. Harga untuk penjualan pupuk kompos ini yaitu 7.000 per kg nya .
Strategi
pemasaran kedua adalah dengan cara pemasaran melalui online. Zaman sekarang
banyak sekali pengguna internet yang sangat menyukai pembelian barang melalui
situs-situs online yang tersedia. Ladang keuntungan dalam berjualan via online
sangat besar. Hasil produksi kita pun dapat terkenal dimana-mana dengan hanya
melalui situs online. Langkah ini digunakan untuk memasarkan produksi pupuk
kompos eceng gondok dari Karang anyar. Langkah awal untuk menarik minat pembeli
untuk membeli barang yaitu dengan mengadakan promosi. Warga Karang anyar pun
harus melakukan promosi untuk menarik simpati konsumen agar konsumen tertarik
dan membeli pupuk kompos. Warga juga harus menampilkkankeunggulan-keunggulan
yang terdapat pada pupuk kompos eceng gondok produksi dari desa Karang anyar.
Namun sebelum warga langsung terjun ke dalam pemasaran secara online. Produk
yang dipasarkan secara online pun tidak hanya sebatas di Karanganyar saja
tetapi dapat dipasarkan di kota Palembang bahkan sampai ke luar kota Palembang.
Mahasiswa KKN harus mengadakan pelatihan dan penyuluhan untuk penggunaan
barang-barang ataupun situs online. Mereka diberikan pengarahan dalam melakukan
pemasaran tersebut agar warga dapat lebih mudah dan memperoleh keutungan yang
besar dari hasil penjualan sehingga dapat menaikan perekonomian warga di desa
Karanganyar.
KESIMPULAN
Pengabdian pada
masyarakat merupakan salah satu komponen kegiatan akademik yang merupakan
kegiatan yang diadakan oleh perguruan tinggi, pengabdian kepada masyarakat juga
diharapkan mampu menciptakan adanya interelasi antar perguruan tinggi dan
masyarakat, untuk mengantisipasi terjadinya isolasi perguruan tinggi dari
masyarakat sekitarnya. Maka dari itu peran KKN Bagi mahasiswa Biologi sebagai
fasilitator untuk warga-wargadi desa Karanganyar dalam memberikan ilmu-ilmu
Biologi yang diperoleh di perkuliahan dan di terapkan langsung pada warga
terutama di Keluarahn Karanganyar kecamatan Gandus kota Palembang.
Mahasiswa KKN ini melakukan pemanfaatan eceng gondok (Eichornia crassipes) menjadi pupuk kompos untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dengan strategi
pemasaran online. Dikarenakan banyak sekali ditemukan limbah-limbah eceng
gondok yang berada di pinggiran sungai Musi kota Palembang termasuk di
pinggiran sungai di Karang anyar karena desa Karanganyar sangat dekat sekali
dengan sungai Musi.
Olahan
limbah eceng gondok dibuat menjadi pupuk kompos yang memiliki nilai jual yang
tinggi untuk meningkatkan perekonomian warga di Karanganyar. Strategi penjualan pupuk kompos eceng gondok
dengan cara pemasaran secara langsung dan pemsaran secara online.
DAFTAR
PUSTAKA
Higa, T., & Parr, J. F. 1998.
Effective Microor-ganisms (EM) Untuk
Pertanian dan Lingkungan yang Berkelanjutan. Jakarta: Indonesia Kyusai Nature Farming Societies
Rahardi, F dan Hartono, R. 2003. Agribisnis Peternakan. Jakarta: Penebar Swadaya.
Syam, A. 2003. Efektivitas Pupuk
Organik dan Anorganik terhadap Produktivitas Padi di Lahan Sawah. Jurnal Agrivigor 3 (2), 232–244
Serfiani, C. Y Purnomo, S. D.,
& Hariyani, I. 2013. Buku Pintar
Bisnis Online dan Transaksi Elektronik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Setyotini, D. R., &
Saraswati, dan Anwar, E.K. (2006). Kompos. Jurnal
Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. 2(3), 11-40.
Strauss, J., & Frost, R. 2012. E-Marketing. New Jersey: Pearson
Education Inc,.
Sudarsono, 2007. Penetapan Harga
Jual.Web:http://ilmumanajemen.wordpress.com, diakses tanggal 13 Juli 2017